Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Abaikan Trump, Para Pejabat Israel Serukan Pendudukan Gaza secara Permanen
Advertisement . Scroll to see content

Nah, Amerika Sebut Denmark Langgar Protokol PBB karena Duduki Greenland

Senin, 12 Januari 2026 - 16:08:00 WIB
Nah, Amerika Sebut Denmark Langgar Protokol PBB karena Duduki Greenland
Utusan khusus Presiden AS Donald Trump untuk Greenland Jeff Landry menyalahkan Denmark karena menduduki Greenland pasca-Perang Dunia II (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Utusan khusus Presiden AS Donald Trump untuk Greenland Jeff Landry menyalahkan Denmark karena menduduki Greenland pasca-Perang Dunia II. Menurut Landry, Denmark menyalahi protokol PBB.

“Sejarah itu penting. AS membela kedaulatan Greenland selama Perang Dunia II ketika Denmark tidak mampu melakukannya. Setelah perang, Denmark mendudukinya kembali, mengabaikan dan mengesampingkan protokol PBB,” kata Landry, dalam posting-an di media sosial X, dikutip Senin (12/1/2026).

Oleh karena itu, kata dia, hubungan AS dan Greenland seharusnya didasarkan pada keramahan, bukan permusuhan.

Setelah ditunjuk Trump sebagai utusan khusus, Gubernur Louisiana itu menegaskan kembali tujuan AS untuk menjadikan Greenland dan mencaploknya menjadi bagian AS. 

Menteri Luar Negeri (Menlu) Denmark Lars Lokke Rasmussen terkejut dengan pernyataan Landry. 

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen juga memperingatkan AS jika mencaplok pulau di Arktik itu. Mereka mendesak AS menghormati integritas teritorial bersama mereka.

Trump berulang kali mengatakan Greenland harus menjadi bagian dari AS, dengan alasan nilai strategisnya bagi keamanan nasional dan pertahanan "dunia bebas," termasuk dari China dan Rusia.

Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953. Pulau itu tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh otonomi pada 2009, dengan kewenangan untuk mengatur urusan dalam negeri.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut