Nah, Elon Musk Sebut Perang Saudara di AS Telah Pecah
WASHINGTON, iNews.id - Miliarder pemilik Tesla dan SpaceX, Elon Musk, menyebut perang saudara tampaknya telah dimulai di Amerika Serikat (AS). Hal itu disampaikan Musk menanggapi unggahan seorang pengguna media sosial X.
"Rasanya seperti itu," tulis Musk, mengomentari sebuah unggahan yang mengklaim konfrontasi antara pemerintahan Presiden AS Donald Trump dengan kekuatan-kekuatan liberal menandai dimulainya "Perang Saudara 2.0."
Konfrontasi itu termasuk penanganan petugas imigrasi ICE terhadap demonstran yang marak di berbagai kota AS.
Pada Januari, di Minneapolis, Minnesota, ribuan orang turun ke jalan untuk memprotes tindakan petugas ICE. Protes serupa terjadi di Los Angeles, Boston, New York, dan Portland.
Petugas Imigrasi AS Tembak Mati Perawat ICU RS, Pakar Ungkap Sejumlah Kejanggalan
Pada 24 Januari, seorang agen ICE menembak mati Alex Pretti di warga Minneapolis.
Departemen Keamanan Dalam Negeri menyatakan, seorang petugas Patroli Perbatasan melepaskan tembakan ke arah pria itu dengan alasan nyawanya terancam.
Perusahaan Elon Musk SpaceX Masuk Klub Raksasa Militer Dunia: Era Baru Perang Antariksa?
Sebelum itu, 7 Januari, agen ICE lain menembak mati seorang perempuan dipicu kerusuhan di kota yang sama. Sejak itu ICE menuai kecamanan di seluruh Minnesota.
Editor: Anton Suhartono