Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Negara-Negara Arab Sahkan Resolusi Tuntut Ganti Rugi Perang ke Iran, Ini Isinya
Advertisement . Scroll to see content

Nah, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Punya Banyak Amunisi untuk Perang Panjang

Rabu, 22 April 2026 - 11:54:00 WIB
Nah, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Punya Banyak Amunisi untuk Perang Panjang
Intelijen AS meyakini Iran masih memiliki kemampuan militer signifikan untuk melanjutkan perang (Foto: Tehran Times)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Intelijen Amerika Serikat (AS) meyakini Iran masih memiliki kemampuan militer signifikan untuk melanjutkan perang jika perundingan damai buntu. Fakta itu dingkap stasiun televisi NBC News, mengutip keterangan anggota Kongres yang telah mendapat pengarahan intelijen pertahanan. 

Data itu diungkap kepada Kongres, meski pemerintahan Presiden Donald Trump berulang kali mengklaim telah melenyapkan kemampuan pertahanan serta kemampuan serang Iran dalam perang 40 hari sejak 28 Februari.

Menurut laporan NBC News, temuan komunitas intelijen pertahanan menunjukkan data kontras dengan narasi yang disampaikan Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth. 

Keduanya menegaskan militer Iran telah menderita kerugian yang tidak bisa dipulihkan dalam waktu dekat pasca-pertempuran baru-baru ini.

Dalam laporannya, Direktur Badan Intelijen Pertahanan Pentagon Letnan Jenderal James Adams mengatakan, Iran memiliki ribuan rudal dan drone yang bisa menimbulkan ancaman bagi pasukan AS dan negara-negara sekutunya di Timur Tengah.

Data tersebut juga bertentangan dengan Trump yang mengklaim AS memegang kendali penuh atas wilayah udara Iran. Dengan begitu militer AS leluasa menghancurkan fasilitas-fasilitas industri pertahanan Iran, termasuk pabrik-pabrik dan peluncuran rudal.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut