Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Produksi Shale Oil AS Digenjot, OPEC Tak Ambil Pusing
Advertisement . Scroll to see content

Nah, Trump Bantah Bakal Longgarkan Sanksi untuk Iran

Selasa, 29 September 2026 - 15:33:00 WIB
Nah, Trump Bantah Bakal Longgarkan Sanksi untuk Iran
Donald Trump membantah laporan media bahwa dirinya siap memberi keringanan sanksi kepada Iran (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah laporan media bahwa dirinya siap memberikan keringanan sanksi kepada Iran dengan imbalan dicapainya kesepakatan nuklir. Sebelumnya, portal berita Axios melaporkan Trump siap melonggarkan sanksi dan mencairkan aset Iran yang dibekukan jika Iran mau menyepakati perjanjian nuklir yang baru.

Axios mengungkap sikap Trump itu, melalui keterangan seorang sumber pejabat Gedung Putih yang mengetahui perkembangan negosiasi kedua negara.

"Axios baru saja merilis berita bahwa 'Trump' menawarkan keringanan sanksi dan (pencairan ) dana yang dibekukan kepada Iran. Itu tidak benar. Saya tidak menawarkan apa pun kepada mereka," kata Trump, dalam pernyataan di media sosial, Truth Social, dikutip Selasa (29/9/2026).

Trump menyebut berita tersebut hoaks seraya mendesak portal tersebut untuk menariknya.

Pernyataan itu disampaikan Trump setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi bertemu mediator Qatar pada Senin (28/9/2026) di New York.

Pejabat AS dan Iran juga telah bertemu di New York di sela-sela Sidang Umum PBB pada pekan lalu.

Kantor berita Iran IRNA melaporkan, pemerintahannya tidak lagi menjadwalkan pembicaraan langsung dengan AS.

Pada akhir pekan lalu, Trump blak-blakan menolak proposal Iran yang menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan sejumlah tuntutan. Keesokan hari, Trump mengatakan kepada Axios, berhadap pembicaraan dengan Iran bisa berlanjut dalam beberapa hari mendatang.

Selat Hormuz menjadi jantung konflik kedua negara. Jalur perairan strategis, napas bagi kebutuhan energi dunia itu, lumpuh sejak serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut