Nah! Trump Umumkan Eksplorasi Minyak, Gas dan Mineral Besar-besaran di Greenland
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Rabu (14/10/2026), mengumumkan persiapan dimulainya eksplorasi minyak, gas, dan mineral besar-besaran di Greenland, wilayah otonomi Denmark.
Namun Trump tak memberikan penjelasan rinci mengenai keterlibatan perusahaan AS dalam eksplorasi tersebut.
"Eksplorasi minyak, gas, dan mineral besar-besaran sedang bersiap untuk dimulai di Greenland yang baru dan indah!" kata Trump, dalam posting-an di akun Truth Social.
Dia mengeklaim jumlah minyak yang dihasilkan akan jauh lebih besar dibandingkan hampir lokasi mana pun di dunia.
Greenland berada di lokasi strategis dan penting, yakni antara Amerika Utara dan Eropa. Lokasinya penting untuk pertahanan Arktik, pengawasan, jalur pelayaran, serta akses ke sumber daya alam.
Pulau di Kutub Utara itu juga mengandung deposit mineral, materiam yang digunakan untuk produk elektronik, teknologi energi terbarukan, kendaraan listrik, dan peralatan militer.
Sebuah survei pada 2023 yang diungkap Reuters menyebutkan, 25 dari 34 bahan baku penting yang ditetapkan oleh Komisi Eropa terdapat di Greenland. Materian itu termasuk unsur tanah jarang dan mineral lain yang menjadi incaran negara Barat selain di China.
Meski demikian, deposit mineral yang terkandung belum tentu otomatis menjadikannya layak secara komersial karena sulitnya medan.
Proyek Arktik menghadapi cuaca buruk, infrastruktur yang terbatas, biaya transportasi yang tinggi, pembatasan lingkungan, dan prosedur perizinan yang panjang.
Greenland pada 2021 memutuskan untuk menghentikan penerbitan izin eksplorasi minyak dan gas baru dengan alasan kekhawatiran lingkungan, perubahan iklim, dan keraguan tentang kelayakan ekonomi eksplorasi tambahan.
Salah satu proyek yang menarik perhatian adalah di Jameson Land, Greenland bagian timur. Sebuah perusahaan yang terdaftar di Inggris, 80 Mile, memegang hak eksplorasi di area tersebut, sementara Greenland Energy yang terdaftar di AS, telah berupaya untuk berpartisipasi dengan menyediakan pendanaan untuk pengeboran.
Laporan sebelumnya menyebutkan, usaha patungan tersebut berencana menghabiskan sekitar 60 juta dolar AS untuk dua sumur eksplorasi.
Pemerintah Greenland menegaskan, proyek tersebut harus melewati proses penilaian dan persetujuan lingkungan yang berlaku sebelum pengeboran dapat dilanjutkan.
Editor: Anton Suhartono