Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Genap 18 Tahun, Pangeran Hisahito Penuhi Syarat Lanjutkan Estafet Kekaisaran Jepang
Advertisement . Scroll to see content

Naruhito Resmi Dinobatkan sebagai Kaisar Jepang Hari Ini

Selasa, 22 Oktober 2019 - 10:40:00 WIB
Naruhito Resmi Dinobatkan sebagai Kaisar Jepang Hari Ini
Kaisar Jepang Naruhito berjalan ke tempat Kashikodokoro untuk melaporkan kenaikannya ke takhta saat ritual di Istana Kekaisaran. (FOTO: STR / JAPAN POOL VIA JIJI PRESS / AFP)
Advertisement . Scroll to see content

TOKYO, iNews.id - Kaisar baru Jepang, Naruhito, dinobatkan secara resmi pada Selasa (22/10/2019). Naruhito menjalani serangkaian upacara ritual yang menjadi bagian dari prosesi penobatannya sebagai kaisar baru.

Naruhito secara resmi mengemban tugas sebagai kaisar pada 1 Mei, sehari setelah ayahnya, Akihito, turun takhta. Akihito menjadi raja Jepang pertama yang turun takhta dalam 200 tahun terakhir.

Prosesi penobatan Naruhito dihadiri pejabat asing dari lebih dari 180 negara.

Namun perayaan atas momen tersebut tak berlangsung meriah, mengingat Topan Hagibis baru menghantam Jepang lebih dari sepekan lalu, menewaskan lebih dari 80 orang.

Dengan situasi di mana orang-orang masih mencari kerabat mereka yang hilang dan tinggal di tempat penampungan akibat Topan Hagibis, pemerintah menunda parade perayaan hingga 10 November. Parade dengan mobil terbuka itu dimaksudkan untuk memperkenalkan pasangan kaisar dan permaisuri baru ke publik.

Dilaporkan AFP, upacara penobatan berjalan sesuai rencana. Naruhito memulai ritual dengan "melaporkan" tugas yang diembannya kepada para dewa dan leluhur menurut dinasti kerajaan kuno.

Mengenakan jubah putih tebal dan topi kanmuri hitam dengan ekor memanjang hingga 60 sentimeter di bagian belakang kepalanya, Naruhito bergerak di antara tiga "cagar alam" di halaman istana, diikuti oleh para pelayan.

Sekelompok kecil tamu, termasuk Perdana Menteri Shinzo Abe, anggota kabinet, serta kerabat kerajaan termasuk Putra Mahkota Akishino, menghadiri upacara tersebut.

Usai upacara, Kaisar Naruhito dan istrinya, Permaisuri Masako, akan muncul di di Pine Room di Istana Kekaisaran.

Naruhito yang mengenakan pakaian seremonial yang didominasi oleh jubah berlapis tembaga -warna yang hanya dikenakan oleh kaisar- akan menyatakan penobatannya dari takhta "Takamikura".

Permaisuri Masako, mantan diplomat lulusan Harvard, akan mengenakan pakaian rumit yang dikenal sebagai "junihitoe" atau jubah berlapis-lapis, dan berada bersama kaisar di atas takhta yang sedikit lebih kecil.

Jubah sutranya itu akan sangat berat sehingga akan membuat dirinya untuk bergerak. Para petugas akan mengikuti langkahnya, menyesuaikan dengan pakaiannya.

Sekitar 2.000 tamu, termasuk pejabat asing dan keluarga kerajaan, akan berdiri untuk memukul genderang sebelum penobatan.

Setelah kaisar selesai berbicara, PM Abe akan berseru "banzai" ("hidup sang Kaisar") tiga kali, menutup seluruh proses penobatan.

Setelah itu akan dilanjutkan dengan serangkaian jamuan untuk para tamu seperti Pangeran Charles hingga Perdana Menteri Korea Selatan Lee Nak-Yon.

Pemerintah juga mengumumkan, lebih dari setengah juta orang yang dihukum karena pelanggaran ringan akan diampuni sebagai bagian dari acara tersebut.

Pada Selasa pagi, hanya segelintir orang yang berani menerobos hujan untuk berdiri di luar istana demi melihat para tamu.

Sanae Yasuda, berusia 70-an, memesan tur dari Nagoya untuk menghadiri kesempatan itu. Dia memutuskan datang bahkan setelah parade dibatalkan.

"Saya ingin melihat pawai, dan bukan hanya kaisar dan permaisuri, tetapi untuk mengalami atmosfer ini karena sangat jarang," katanya, kepada AFP.

"Saya tidak tahu istana sudah ditutup, saya ingin masuk ke dalam. Saya masih senang berada di sini."

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut