Negara Barat Ramai-Ramai Akui Negara Palestina, Apa Dampaknya?
NEW YORK, iNews.id - Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal, Minggu (21/9/2025), mendeklarasikan pengakuan negara Palestina. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkap total 10 negara akan mengakui negara Palestina selama Sidang Majelis Umum PBB yang berlangsung di New York pekan ini.
Lantas, apa dampak dari pengakuan terhadap negara Palestina tersebut di PBB?
Jika negara-negara anggota PBB memberikan suara mendukung Palestina sebagai negara, maka akan dipandang sebagai tonggak diplomatik dan politik yang bisa meningkatkan tekanan internasional terhadap Israel.
Pengakuan ini menandakan dukungan politik bagi kedaulatan Palestina dan memperkuat dorongan untuk solusi dua negara.
Israel Makin Terpojok, Bakal Balas Negara-Negara yang Akui Palestina
Palestina saat ini memegang status "negara pengamat non-anggota" di PBB yang diberikan sejak 2012. Namun pengakuan oleh Majelis Umum PBB bisa membangun momentum bagi Palestina untuk mengajukan keanggotaan penuh di PBB, meski hal itu memerlukan persetujuan Dewan Keamanan, yang sudah pasti akan di-veto Amerika Serikat.
Pengakuan ini juga bisa memperkuat posisi Palestina di lembaga-lembaga internasional, seperti Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) dengan memperkuat klaim kenegaraan dan legitimasinya dalam menangani kasus-kasus terkait penjajahan dan kejahatan perang.
Negara Barat Akui Negara Palestina, Hamas: Rakyat Berhak Mendapatkan Kembali Tanahnya
Selain itu, negara-negara yang mengakui Palestina bisa mendirikan atau meningkatkan status misi diplomatik, bantuan, maupun dukungan politik.
Banyak Negara Akui Negara Palestina, Menteri Radikal Israel Serukan Segera Caplok Tepi Barat
Meski demikian, pengakuan tersebut tidak secara otomatis menempatkan Palestina sebagai negara yang berfungsi penuh.
Pengakuan tersebut tidak mengubah realitas di lapangan. Israel tetap mempertahankan kendali militer atas Tepi Barat yang diduduki, di mana negara Yahudi itu terus memperluas permukiman di tanah Palestina.
Israel juga memberlakukan blokade terhadap Gaza serta melakukan praktik genosida yang telah menewaskan puluhan ribu orang.
Editor: Anton Suhartono