Negara-Negara Arab di PBB Bahas Pengakuan Sepihak AS soal Golan
NEW YORK, iNews.id - Negara-negara Arab bertemu di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin (8/4/2019), untuk membahas pengakuan Presiden Donald Trump yang menyebut Dataran Tinggi Golan milik Israel.
Menteri Luar Negeri Tunisia Khemaies Jhinaoui mengatakan, saat ini tidak diperlukan tindakan lebih lanjut untuk menegaskan kembali resolusi PBB yang berisi seruan agar Israel menarik diri dari Dataran Tinggi Golan.
"Dewan Keamanan (DK) telah mengadopsi resolusi itu," kata Jhinaoui, mengutip Resolusi 497 yang menyatakan pencaplokan Israel atas Golan dibatalkan dan tidak berlaku, seperti dikutip dari AFP, Selasa (9/4/2019).
"Resolusi itu sangat jelas bahwa ini merupakan wilayah pendudukan Israel dan harus dibebaskan. Jadi, tidak perlu lagi (resolusi baru), saya pikir, tidak perlu untuk saat ini," katanya lagi, ketika ditanya tentang kemungkinan dibuat resolusi baru.
Duta Besar Liga Arab Maged Abdelaziz mengatakan, keputusan AS itu juga akan dibahas dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan menteri-menteri Arab di Moskow pekan depan.
Dalam KTT Liga Arab di Tunis bulan lalu, para pemimpin mengecam keputusan AS yang mengakui Golan sebagai wilayah Israel. Suriah tak hadir dalam KTT itu karena keanggotaannya ditangguhkan.
Pengakuan sepihak Trump ini merupakan yang kedua setelah keputusan pada 2017 yang mendeklarasikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Pertemuan DK PBB bulan lalu yang digelar atas permintaan Suriah memutuskan mengecam pengakuan AS itu karena melanggar hukum internasional.
Empat anggota tetap DK, yakni Inggris, China, Prancis, dan Rusia, mengatakan akan konsisten memandang Golan sebagai wilayah Suriah yang diduduki Israel.
Editor: Anton Suhartono