Negara-Negara Islam Serukan Perlindungan untuk Rakyat Palestina
ISTANBUL, iNews,id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengadakan konferensi tingkat tinggi (KTT) luar biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), di Istanbul, Jumat (18/5/2018), membahas isu Palestina.
Sedikitnya 60 demonstran Palestina tewas di Gaza, Senin (14/5), akibat ditembak tentara Israel, dalam aksi unjuk rasa menentang pemindahan kantor Kedubes Amerika Serikat (AS) ke Yerusalem.
Sebuah rancangan komunike dipersiapkan dalam KTT yang isinya di antaranya menyerukan perlindungan internasional untuk rakyat Palestina dan mengutuk aksi kriminal Israel terhadap warga sipil tak bersenjata.
Dokumen itu juga menuduh Pemerintah AS turut mendorong kejahatan yang dilakukan Israel serta mengutuk langkah negara itu memindahkan kantor kedubes dari Tel Aviv ke Yerusalem yang statusnya masih dirundingkan.
Sementara itu Presiden Erdogan menyebut aksi brutal tentara Israel itu sebagai pembersihan etnis. Dia juga mengatakan Israel sebagai negara apartheid.
Di hari yang sama, Erdoga menyerukan warga Turki turun ke jalan sebagai bentuk solidaritas untuk warga Palestina. Aksi solidaritas itu akan digelar di Istanbiul, tak jauh dari lokasi pertemuan KTT OKI. Diperkirakan ratusan ribu oang ikut serta dalam demonstrasi tersebut.
Ini merupakan pertemuan luar biasa OKI kedua di Turki setelah Desember 2017. Saat itu anggota OKI berkumpul menentukan sikap atas klaim sepihak Amerika Serikat bahwa Yerusalem merupakan ibu kota Israel.
"Kami harus memberikan jawaban terberat terhadap kejahatan atas kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel," kata Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu, kepada para menlu anggota OKI, menjelang KTT, dikutip dari AFP.
Sebelumnya, Badan HAM PBB juga menyerukan penyelidikan internasional untuk mengungkap pembantaian terhadap warga Gaza. Selain 60 korban tewas, tentata Israel juga menembak peluru tajam dan gas air mata yang menyebabkan sedikitnya 2.700 orang luka.
Editor: Anton Suhartono