Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pendaratan 16 Pesawat Dialihkan dari Bandara Soekarno-Hatta gegara Hujan Deras
Advertisement . Scroll to see content

Negara-Negara yang Kandangkan Pesawat Boeing 737NG karena Crack, Ada Indonesia

Jumat, 01 November 2019 - 11:31:00 WIB
Negara-Negara yang Kandangkan Pesawat Boeing 737NG karena Crack, Ada Indonesia
3 unit Boeing 737NG Qantas dikandangkan karena crack (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Produsen pesawat asal Amerika Serikat Boeing mengumumkan ada puluhan produknya yakni Boeing 737NG yang dikandangkan di seluruh dunia karena laporan keretakan atau crack.

Kasus menandai permasalahan baru bagi Boeing setelah kecelakaan dua 737 Max 8 di Indonesia dan Ethiopia yang memkasa seluruh pesawat jenis itu di seluruh dunia dikandangkan.

Australia sejauh ini mengandangkan tiga unit 737NG. Maskapai Qantas mendeteksi crack pada tiga unit 737NG dan sudah mengistirahatkan untuk diperbaiki. Maskapai milik pemerintah itu memeriksa 33 pesawat 737NG yang sudah digunakan terbang di atas 22.600 kali, sebagaimana batas yang ditetapkan regulator Amerika Serikat Badan Penerbangan Federal (FAA) untuk pemeriksaan kasus crack.

Sementara itu Korea Selatan bulan ini mengandangkan sembilan unit 737NG, lima di antranya dioperasikan oleh Korean Air.

Maskapai penerbangan AS, Southwest Airlines, juga mengistirahatkan tiga pesawat 737NG dari karena masalah yang sama.

Beberapa maskapai terkemuka lain mengaku belum menemukan crack pada pesawat mereka meski telah melalui pemeriksaan.

Boeing sebelumnya melaporkan ada masalah dengan komponen 'garpu' yang berfungsi mengikat sayap dengan badan pesawat.

(FAA, pada awal Oktober, memerintahkan pemeriksaan pada pesawat 737NG yang berusia tua. Juru bicara FAA mengatakan maskapai tidak boleh menerbangkan pesawat sampai masalah itu diatasi.

Namun juru bicara Boeing menegaskan, pesawat yang terdeteksi crack berjumlah kurang dari 5 persen dari total 1.000 armada. Level crack pada pesawat juga tak mengkhawatirkan yang bisa membuat pesawat celaka. Perusahaan menekankan bahwa para pemumpang tidak perlu khawatir. Hal senada disampaikan Qantas.

"Kami tidak akan pernah menerbangkan pesawat yang tidak aman," kata CEO Qantas Domestic, Andrew David, seraya menambahkan pesawat 737NG merupakan produk yang sangat andal, dikutip dari AFP, Jumat (1/11/2019).

"Bahkan jika ada garis retak seperti rambut tidak akan memberikan risiko langsung, dan tidak diperlukan pengecekan untuk setidaknya 7 bulan."

David menambahkan, tiga pesawat 737NG Qantas yang dikandangkan sudah terbang sekitar 27.000 kali, sementara pesawat jenis yang sama dengan jumlah pemakaian yang sama pula tidak menunjukkan masalah.

Maskapai Australia lainnya, Virgin Airways, mengecek 17 pesawat Boeing 737NG dan tidak menemukan masalah.

Maskapai Norwegia menyatakan armadanya Boeing-nya masih relatif baru dan tidak ada masalah, sementara Transavia Prancis telah memeriksa 38 unit namun tak ada masalah.

Di antara operator AS, American Airlines dan United Airlines, menyatakan tidak menemukan crack pada pesawat. Namun Southwest Airlines mengatakan ada tiga pesawat 737NG yang kini masih diperbaiki.

Di Indonesia, Garuda Indonesia mengandangkan satu unit 737NG karena crack. Maskapai pelat merah itu sudah mengajukan klaim kerugian ke pihak Boeing.

“Khusus spesifikasi ini, kami ajukan klaim ke Boeing bahwa kita sedang membicarakan disampaikan. Selama kita grounded ada kerugian. Tidak mendapatkan revenue dari penumpang,” kata Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia, Iwan Joeniarto.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut