Negara Pasifik Ini Terancam Gelap Gulita, Persediaan BBM Hanya Cukup 2 Bulan
JAKARTA, iNews.id - Negara kecil di Pasifik, Kepulauan Marshall, kemungkinan akan kehabisan bahan bakar minyak (BBM) dalam 2 bulan. Kepulauan Marshall belum mendapat jaminan pasokan dari pihak mana pun untuk menambah cadangannya.
Menteri Keuangan Kepulauan Marshall David Paul mengatakan, belum ada kepastian dari pemasok saat ini, kapan BBM akan dikirim.
"Agar realistis, semuanya masih belum pasti, dan apa pun bisa terjadi. Saya benar-benar tidak bisa memprediksi dengan pasti," kata Paul, dalam wawancara dengan radio RNZ Pacific, dikutip Sabtu (25/4/2026).
Dia menambahkan, kondisi negaranya saat ini tergantung pada pasar. Untuk memasok kebutuhan listrik kepada 90 persen pengguna, negara tersebut bergantung pada generator diesel, sehingga sangat rentan terhadap gangguan pasokan BBM.
Krisis BBM di Filipina! Sopir Bus Mogok Massal, Ribuan Penumpang Telantar
Paul menambahkan, harga persediaan BBM terakhir, yang hanya bertahan sekitar 2 bulan, tiga kali lebih mahal daripada biasanya. Perusahaan pemasok mungkin akan menggunakan klausul force majeure karena konflik di Timur Tengah, sehingga sulit untuk memenuhi ketentuan kontrak.