Negaranya Digempur Rusia, Zelensky Melunak Sebut Ukraina Tak Ngotot Lagi Gabung NATO
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan negaranya tak akan terus menekan untuk diterima sebagai anggota NATO. Permintaan Ukraina menjadi anggota NATO merupakan salah satu alasan Rusia menyerang negara tersebut sejak 24 Februari lalu.
Rusia tidak ingin tetangganya itu bergabung dengan NATO, aliansi transatlantik yang dibentuk pada awal Perang Dingin untuk melindungi Eropa dari Uni Soviet.
Menurut presiden yang juga mantan komedian itu, ada banyak kendala yang menjadi penghalang NATO menerima keanggotaan negaranya.
"Saya sudah tenang menanggapi pertanyaan ini sejak lama, setelah kami menyadari bahwa NATO tidak siap untuk menerima Ukraina," kata Zelensky, dalam wawancara dengan ABC News yang disiarkan pada Senin (7/3/2022) malam, seperti dilaporkan kembali AFP.
Terungkap, Ukraina Sudah Siapkan Rencana jika Presiden Zelensky Terbunuh
Dia menjelaskan, NATO cenderung menghindari konfrontasi langsung dengan Rusia. Itu menjadi kendala mengingat Ukraina yang juga bekas pecahan Uni Soviet sedang berada dalam ketegangan terkait Krimea dan Donbass.
Lebih lanjut Zelensky mengatakan, sebagai presiden, dia tak ingin memohon dengan cara berlutut agar Ukraina diterima sebagai anggota NATO.
Presiden Ukraina Zelensky Minta Dukungan Yahudi Seluruh Dunia, Sindir Pemerintah Israel
Dalam beberapa tahun terakhir, NATO mengembangkan sayapnya dengan menjangkau lebih jauh ke timur untuk merangkul negara-negara bekas pecahan Soviet. Ini yang membuat Rusia semakin marah. Rusia menilai berkembangnya NATO sebagai ancaman. Aliansi militer para sekutu Barat seperti sudah berada di depan pintu.
Bertahan Seminggu Dibombardir, Presiden Zelensky: Rusia Tak Bisa Kalahkan Kami Pakai Bom
Dalam wawancara itu Zelensky juga menegaskan Ukraina terbuka untuk berkompromi dengan Rusia soal status dua wilayah yang memisahkan diri yakni Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR). Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui kemerdekaan dua wilayah itu beberapa hari sebelum memerintahkan operasi militer khusus ke Ukraina.
Kedua wilayah itu berperang dengan pemerintah Ukraina sejak 2014 atau setelah Rusia mencaplok Krimea.
Presiden Volodymyr Zelensky Dianggap Cuma Jadi Pion Barat dalam Konflik Rusia-Ukraina
Putin ingin Ukraina mengakui DPR dan LPR sebagai negara berdaulat dan merdeka.
"Saya berbicara tentang jaminan keamanan," katanya, menjelaskan siap berkompromi soal status dua wilayah itu.
Editor: Anton Suhartono