Nepal Porak-poranda akibat Banjir, PM Shah: Kami Hadapi Bencana Tak Terbayangkan
KATHMANDU, iNews.id - Perdana Menteri NepalBalendra Shah menyebut negaranya mengalami bencana alam yang tak terbayangkan. Banjir bandang dahsyat di Nepal dan China menewaskan hampir 1.000 orang dan 4.000 lebih lainnya hilang.
Hantaman air bah bak tsunami, membawa material pegunungan seperti batu dan pepohonan, menerjang apa saja di bantaran sungai hingga memorak-porandakan desa dan kota. Banjir juga menghancurkan beberapa pembangkit listrik tenaga air (PLTA) serta puluhan jembatan.
"Negara kita sedang menghadapi bencana alam yang tak terbayangkan dan memilukan," kata Shah, dalam postingan di media.sosial.
"Banjir dahsyat di Sungai Bhotekoshi, Distrik Rasuwa, menyebabkan pendataan lengkap mengenai korban jiwa, kerusakan harta benda, dan infrastruktur, menjadi sangat sulit dilakukan," ujarnya, lagi.
Dia menambahkan, pencarian korban dan pemulihan pasca-bencana juga menghadapi tantangan akibat cuaca buruk, medan yang sulit, serta risiko banjir bandang susulan.
Pria 36 tahun mantan rapper yang beralih menjadi politisi itu menghadapi tugas berat untuk membangun kembali masyarakat serta infrastruktur vital.
Perekonomian Nepal berada dalam tekanan bahkan sebelum bencana ini. Sumber daya Nepal juga sangat terbatas untuk menangani bencana berskala sebesar ini.
Korban hilang melonjak menembus 4.700 orang di dua negara, sebanyak 4.200 di antaranya berada di Nepal. Jumlah itu sudah termasuk lebih dari 700 turis dan peziarah asing yang hilang.
Editor: Anton Suhartono