Nepal Protes Warga Sipil Direkrut Jadi Tentara Rusia, 6 Orang Tewas
KATHMANDU, iNews.id - Nepal telah meminta Rusia untuk tidak merekrut warganya menjadi tentara memerangi Rusia. Sudah ada enam warga sipil yang tewas dalam perang Rusia dan Ukraina.
Melansir dari Reuters, Selasa (5/12/2023), Nepal mendesak Rusia mengembalikan setiap prajurit Nepal yang dibawa ke Rusia. Prajurit Nepal, yang disebut Gurkha, dikenal karena keberaniannya dan keterampilan bertempurnya, dan telah bertugas di tentara Inggris dan India setelah kemerdekaan India pada 1947 berdasarkan kesepakatan antara ketiga negara tersebut.
Negara Himalaya kecil ini, yang terletak di antara China dan India, tidak memiliki kesepakatan serupa dengan Rusia, yang menyerbu Ukraina tetangga pada Februari 2022 dan telah terlibat dalam perang sejak saat itu.
Pemerintah Nepal mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa enam warganya, yang telah bertugas di tentara Rusia, tewas, tanpa memberikan rincian apa pun.
Brrr! Suhu Ekstrem Landa Rusia, Capai -50 Derajat Celsius
"Pemerintah Nepal telah meminta pemerintah Rusia untuk segera mengembalikan jenazah mereka dan memberikan kompensasi kepada keluarga mereka," kata Jubir Kemenlu Nepal.
Upaya diplomatik sedang dilakukan untuk membebaskan seorang warga Nepal yang bertugas di tentara Rusia dan ditangkap oleh Ukraina, tambah pernyataan tersebut. Nepal juga mendesak warganya untuk tidak bergabung dengan tentara negara yang dilanda perang.
Butuh Banyak Pasukan, Rusia Tawarkan Uang agar Anak Muda Tertarik Wajib Militer
Harian berbahasa Inggris, The Kathmandu Post, mengutip Milan Raj Tuladhar, duta Nepal di Moskow, yang mengatakan bahwa 150-200 warga Nepal bekerja sebagai tentara bayaran di tentara Rusia.
Kedutaan Besar Rusia di Kathmandu tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar. Jutaan warga Nepal bekerja di sektor sipil, terutama sebagai buruh di industri dan lokasi konstruksi di Korea Selatan, Malaysia, dan Timur Tengah.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq