Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PM Inggris Geram Menterinya Diam-Diam Bertemu Pejabat Israel
Advertisement . Scroll to see content

Netanyahu Bilang ke Menantu Trump, Israel Akan Terus Bunuh Warga Gaza

Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:17:00 WIB
Netanyahu Bilang ke Menantu Trump, Israel Akan Terus Bunuh Warga Gaza
Benjamin Netanyahu dan utusan Presiden AS Donald Trump yang juga menantunya, Jared Kushner, tidak mencapai kesepahaman untuk gencatan senjata di Gaza (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu dan utusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang juga menantunya, Jared Kushner, tidak mencapai kesepahaman untuk melanjutkan gencatan senjata tahap kedua di Jalur Gaza.

Stasiun televisi Israel Channel 15 melaporkan, Netanyahu mengatakan, Israel akan melanjutkan operasi pembunuhan terarah di Jalur Gaza, sementara Kushner menentang keras kebijakan tersebut.

"Tidak ada kesepakatan antara Netanyahu dan Kushner mengenai kelanjutan operasi pembunuhan tersebut," demikian laporan Channel 15, mengutip beberapa sumbet pejabat Israel yang mengetahui percakapan itu, dikutip Selasa (18/8/2026).

"Netanyahu menegaskan akan melanjutkan operasi pembunuhan itu, sementara Kushner menyatakan penentangannya," kata sumber pejabat tersebut.

Netanyahu bertemu dengan Kushner dan Nikolay Mladenov, perwakilan tinggi Dewan Perdamaian untuk Gaza, di Israel, Senin (17/8/2026).

Sebelumnya Kushner bertemu para pejabat Hamas yang dipimpin oleh kepala biro politik Khalil A Hayya serta Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi di Kairo.

Netanyahu menuntut agar seluruh senjata Hamas dilucuti sepenuhnya sebelum Israel mulai menarik pasukan dari Gaza. Sementara Hamas menegaskan siap menyerahkan senjata hanya jika dibarengi penarikan pasukan Israel secara bertahap dan tertib dari wilayah tersebut.

Netanyahu sebelumnya juga menolak 15 poin proposal damai untuk Gaza usulan Trump dan bersikeras agar Hamas melucuti senjata terlebih dahulu.

Padahal perlucutan senjata Hamas dan kelompok perlawanan Palestina lainnya telah diatur dalam peta jalan yang dikeluarkan Dewan Perdamaian pada 31 Juli. Isinya menyerukan perlucutan senjata Hamas dibarengi penarikan pasukan Israel yang dilakukan secara bertahap dan bersamaan.

Negara-negara mediator terus berupaya mendorong penerapan perjanjian gencatan senjata tahap pertama yang berlaku sejak 10 Oktober 2025. Namun Israel melanggar kesepakatan tersebut hampir setiap hari. Data resmi mengungkap, pelanggaran Israel terhadap gencatan senjata telah menewaskan 1.262 warga Palestina dan melukai 4.168 lainnya.

Israel melakukan perang genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023, menewaskan lebih dari 75.000 orang dan melukai lebih dari 250.000 lainnya, sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.

Serangan brutal Israel juga telah menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur wilayah tersebut.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut