Netanyahu Diam-Diam Berkunjung ke Uni Emirat Arab Bertemu MBZ, Ada Apa?
ABU DHABI, iNews.id - Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu diam-diam berkunjung ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk bertemu dengan Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ).
Seorang pejabat senior Israel mengatakan kepada Reuers, pertemuan berlangsung di Abu Dhabi pada Minggu (27/9/2026).
Sejauh ini belum ada tanggapan resmi dari pejabat UEA maupun Israel mengenai pertemuan rahasia tersebut.
Kunjungan tersebut dilakukan setelah surat kabar Israel, Haaretz, pada awal September melaporkan bahwa Sheikh MBZ telah memberikan peringatan kepada Netanyahu sekitar 10 hari sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. MBZ mengatakan bahwa Hamas sedang mempersiapkan serangan besar ke Israel. Namun peringatan itu diabaikan Netanyahu.
Bahkan peringatan tersebut juga tidak diteruskan kepada badan intelijen maupun militer Israel.
Netanyahu membantah laporan Haaretz tersebut seraya mengancam akan menempuh jalur hukum terhadap surat kabar itu. Laporan itu menjadi pukulan telak bagi Netanyahu yang akan menghadapi pemilu pada November.
Para pemimpin oposisi Israel juga mendesak Netanyahu harus bertanggung jawab atas kegagalannya dalam menangkal serangan Hamas pada 7 Oktober.
Sementara itu UEA menolak mengomentari laporan Haaretz tersebut dengan menyatakan, pemerintahannya dan Israel memeliliki saluran komunikasi terbuka dan langsung sejak menjalin hubungan diplomatik pada 2020.
Pada Mei 2026, UEA membantah kabar bahwa Presiden MBZ bertemu dengan Netanyahu. Bantahan itu disampaikan setelah kantor perdana menteri Israel menyatakan Netanyahu telah negara Teluk tersebut secara diam-diam dan bertemu dengan sang Presiden.
Saat itu, seorang sumber yang mengetahui pertemuan tersebut mengatakan, Netanyahu dan MBZ bertemu di Al Ain, sebuah kota di Abu Dhabi yang berbatasan dengan Oman, pada 26 Maret.
Sejak menjadi target serangan Iran, dipicu perang sejak 28 Februari, UEA memperkuat kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Hubungan dengan Israel memberi UEA keuntungan untuk memperluas pengaruh di kawasan serta saluran khusus untuk berkomunikasi dengan AS.
Editor: Anton Suhartono