Netanyahu Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Menteri Israel Ancam Keluar dari Pemerintahan
TEL AVIV, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membentuk Dewan Perdamaian Gaza yang dampaknya memicu gejolak politik di Israel. Menteri Urusan Permukiman Israel Orit Strock secara terbuka mengecam inisiatif tersebut, bahkan mengancam akan meninggalkan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu jika rencana itu tetap dijalankan.
Dalam wawancara dengan stasiun radio Galey Israel, Strock menyebut Dewan Perdamaian Gaza bentukan Trump sebagai rencana cacat yang justru berpotensi membahayakan tentara Israel. Menteri sayap kanan radikal itu menilai Israel tidak boleh mengorbankan pasukannya demi skema internasional yang menurutnya tidak realistis.
“Kita tidak seharusnya membahayakan tentara sendiri untuk rencana buruk ini. Jika pemerintah terus berjalan ke arah ini, saya mungkin harus meninggalkan pemerintahan,” kata Strock, dikutip Selasa (27/1/2026).
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat adanya ketegangan di internal kabinet Netanyahu, yang diketahui ikut menyetujui inisiatif Trump terkait pembentukan Dewan Perdamaian Gaza.
Cerita Paniknya Israel saat Trump Dilaporkan Akan Serang Iran
Strock secara tegas menolak gagasan penyerahan kendali Gaza kepada pihak mana pun selain Israel.
Dia mempertanyakan skenario pasca-perang yang ditawarkan Dewan Perdamaian Gaza, khususnya terkait siapa yang akan memerintah wilayah tersebut jika militer Israel juga masuk dan mendudukinya.
Militer Israel Hancurkan Markas Besar Badan PBB UNRWA di Yerusalem