Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Skandal Jeffrey Epstein Guncang Israel, Ungkap Konflik Netanyahu dan Mantan PM Ehud Barak
Advertisement . Scroll to see content

Netanyahu: Kami Orang-Orang Israel Tak Ingin Melihat Negara Palestina!

Senin, 11 Maret 2024 - 14:45:00 WIB
Netanyahu: Kami Orang-Orang Israel Tak Ingin Melihat Negara Palestina!
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menegaskan penolakannya atas rencana pembentukan Negara Palestina. Sikap itu disampaikannya dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Politico, akhir pekan kemarin.

“Posisi yang saya dukung ini didukung oleh mayoritas warga Israel yang mengatakan kepada Anda setelah 7 Oktober: ‘Kami tidak ingin melihat Negara Palestina’,” kata Netanyahu kepada media AS itu, Minggu (10/3/2024).

Selain itu, dia menyebutkan bahwa Israel harus memiliki kendali penuh atas seluruh wilayah Palestina di sebelah barat Sungai Yordan.

Palestina sejak lama menuntut pengakuan diplomatik atas negara merdeka mereka di wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur—yang sebagian diduduki oleh Israel, serta Jalur Gaza. Akan tetapi, Pemerintah Israel menolak mengakui Palestina sebagai entitas politik dan diplomatik yang independen. 

Orang-orang zionis bahkan terus saja membangun permukiman Yahudi ilegal di wilayah pendudukan di Tepi Barat, meski ada keberatan dari PBB.

Pada 7 Oktober 2023, gerakan Hamas melancarkan serangan roket skala besar terhadap Israel dari Gaza lewat operasi yang disebut “Banjir al-Aqsa”. Serangan tersebut menewaskan 1.200 orang Israel. Hamas juga menawan sekitar 240 penduduk zionis lainnya pada waktu itu.  

Israel lalu melancarkan serangan balik, memerintahkan blokade total terhadap Gaza, dan memulai serangan darat ke daerah kantong Palestina itu dengan tujuan untuk melenyapkan Hamas dan menyelamatkan para tawanan. Sejak itu, sudah lebih dari 31.000 warga Gaza dibantai militer zionis.

Pada 24 November, Qatar memediasi kesepakatan antara Israel dan Hamas mengenai gencatan senjata sementara dan pertukaran beberapa tahanan dan tawanan, serta pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Gencatan senjata sempat diperpanjang beberapa kali dan berakhir pada 1 Desember. Lebih dari 100 tawanan diyakini masih ditahan oleh Hamas di Gaza.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut