Netanyahu: Kami Orang-Orang Israel Tak Ingin Melihat Negara Palestina!
TEL AVIV, iNews.id – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menegaskan penolakannya atas rencana pembentukan Negara Palestina. Sikap itu disampaikannya dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Politico, akhir pekan kemarin.
“Posisi yang saya dukung ini didukung oleh mayoritas warga Israel yang mengatakan kepada Anda setelah 7 Oktober: ‘Kami tidak ingin melihat Negara Palestina’,” kata Netanyahu kepada media AS itu, Minggu (10/3/2024).
Selain itu, dia menyebutkan bahwa Israel harus memiliki kendali penuh atas seluruh wilayah Palestina di sebelah barat Sungai Yordan.
Palestina sejak lama menuntut pengakuan diplomatik atas negara merdeka mereka di wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur—yang sebagian diduduki oleh Israel, serta Jalur Gaza. Akan tetapi, Pemerintah Israel menolak mengakui Palestina sebagai entitas politik dan diplomatik yang independen.
Jelang Ramadhan, Warga Gaza yang Dibantai Israel sejak 7 Oktober Tembus 31.000 Jiwa
Orang-orang zionis bahkan terus saja membangun permukiman Yahudi ilegal di wilayah pendudukan di Tepi Barat, meski ada keberatan dari PBB.
Pada 7 Oktober 2023, gerakan Hamas melancarkan serangan roket skala besar terhadap Israel dari Gaza lewat operasi yang disebut “Banjir al-Aqsa”. Serangan tersebut menewaskan 1.200 orang Israel. Hamas juga menawan sekitar 240 penduduk zionis lainnya pada waktu itu.
Polisi Israel Perketat Penjagaan Masjid Al Aqsa H-1 Ramadhan, Teror Warga Palestina via SMS
Israel lalu melancarkan serangan balik, memerintahkan blokade total terhadap Gaza, dan memulai serangan darat ke daerah kantong Palestina itu dengan tujuan untuk melenyapkan Hamas dan menyelamatkan para tawanan. Sejak itu, sudah lebih dari 31.000 warga Gaza dibantai militer zionis.
Pada 24 November, Qatar memediasi kesepakatan antara Israel dan Hamas mengenai gencatan senjata sementara dan pertukaran beberapa tahanan dan tawanan, serta pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Gencatan senjata sempat diperpanjang beberapa kali dan berakhir pada 1 Desember. Lebih dari 100 tawanan diyakini masih ditahan oleh Hamas di Gaza.
Israel Batasi Warga Palestina Masuk Masjid Al Aqsa selama Ramadan, Hamas: Tindakan Kriminal!
Editor: Ahmad Islamy Jamil