Netanyahu Manipulasi Laporan soal Potensi Serangan Hamas sebelum Perang 7 Oktober
TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu dilaporkan memanipulasi laporan mengenai peringatan yang diterimanya sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Dia menghapus sebagian materi dan mengubah konteks dalam diskusi keamanan, demikian hasil analisis media Israel.
Surat kabar Yedioth Ahronoth dan portal berita Ynet membandingkan dokumen setebal 55 halaman yang dirilis oleh Netanyahu pada Februari dengan catatan asli, ringkasan pertemuan, dan kesaksian.
Investigasi tersebut menemukan penghapusan dan perubahan dalam susunan kata dan konteks, khususnya mengenai peringatan yang dikeluarkan beberapa bulan sebelum serangan serta usulan tindakan militer terhadap Hamas.
Dokumen Netanyahu menggambarkan dirinya sebagai pihak yang mendesak pembunuhan para pemimpin Hamas, sementara para pejabat keamanan senior menolak langkah tersebut dan lebih memilih untuk menjaga ketenangan di Gaza.
Namun, catatan asli menunjukkan Netanyahu berulang kali berupaya menjaga ketenangan, menolak untuk menyetujui usulan serangan, serta menyatakan Hamas tetap gentar meski ada peringatan dari para pejabat keamanan.
Pada April 2023 atau 6 bulan sebelum serangan Hamas ke Israel, kepala badan intelijen dalam negeri Shin Bet saat itu, Ronen Bar, serta Kepala Staf Angkatan Darat Pasukan Pertahanan Israel (IDF) saat itu, Herzi Halevi, merekomendasikan pembunuhan terarah di Gaza.
Sebulan kemudian, Bar memperingatkan kampanye militer di Gaza pada akhirnya tidak bisa dihindari seraya mendesak persiapan untuk serangan pembuka dan pembunuhan terarah.
Investigasi tersebut juga mengutip peringatan Bar pada Agustus bahwa daya pencegahan Israel terkikis sehingga tindakan pencegahan di Gaza harus dipertimbangkan.
Pada 10 September 2023, Bar memperingatkan Israel menghadapi "situasi keamanan yang serius" dengan risiko signifikan pada beberapa front.
Netanyahu kemudian mendefinisikan tujuannya sebagai menjaga periode liburan Yahudi "sehening mungkin". Serangan Hamas berlangsung saat warga Israel merayakan hari besar Yahudi.
Yedioth Ahronoth mengungkap, laporan Netanyahu pada Februari juga mempertahankan penilaian intelijen bahwa Hamas sedang membangun kemampuan dengan "laju moderat" namun menghilangkan rekomendasi untuk bertindak, bahkan dengan risiko eskalasi militer.
Editor: Anton Suhartono