Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gawat! Kelompok Houthi Mulai Kuasai Pulau-Pulau di Selat Bab Al Mandab
Advertisement . Scroll to see content

Netanyahu Sebut Iran di Ambang Keruntuhan, Benarkah Kekuasaan Mojtaba Khamenei Goyah?

Sabtu, 12 September 2026 - 07:25:00 WIB
Netanyahu Sebut Iran di Ambang Keruntuhan, Benarkah Kekuasaan Mojtaba Khamenei Goyah?
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeklaim kepemimpinan Iran berada di ambang keruntuhan (Foto: Student News Agency)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeklaim kepemimpinan Iran berada di ambang keruntuhan. Namun, Netanyahu tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut.

Netanyahu bahkan mengatakan Israel sudah sangat dekat dengan tujuan utamanya, yakni menumbangkan rezim Iran. Pernyataan itu disampaikan ketika dia mengunjungi Jabal Al Sheikh atau Gunung Hermon di Suriah, wilayah yang diduduki pasukan Israel.

"Masih ada tugas yang harus diselesaikan, tugas utamanya adalah menumbangkan rezim teror di Iran. Kita sudah sangat dekat dengan hal itu," kata Netanyahu, seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu (12/9/2026).

"Kita tahu bahwa keseluruhan poros tersebut pada akhirnya akan runtuh," ujarnya.

Pernyataan Netanyahu tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kondisi sebenarnya di Iran, terutama terkait stabilitas kepemimpinan negara tersebut di bawah Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya juga beberapa kali mengklaim bahwa kepemimpinan Iran akan runtuh. Trump bahkan menyatakan tidak jelas siapa yang saat ini memegang kendali pemerintahan Iran.

Pernyataan tersebut berkaitan dengan fakta bahwa Mojtaba Khamenei tak pernah muncul di hadapan publik sejak ditunjuk menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, pada Maret lalu 

Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu. Setelah itu, Mojtaba ditetapkan sebagai penerusnya di tengah situasi Iran yang menghadapi tekanan besar akibat konflik dengan Israel dan AS.

Para pejabat Iran berkali-kali membantah bahwa Mojtaba dan rezimnya akan tumbang. Mereka menuduh AS menghidupkan narasi perpecahan di internal pemerintah Iran untuk memecah belah persatuan. Namun para pejabat menegaskan, upaya itu tak akan berhasil. Sebaliknya, rakyat Iran semakin bersatu menghadapi AS.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut