Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Breaking News: Bareskrim Polri Tetapkan 9 Korporasi Sawit Tersangka Karhutla, Terbanyak di Kalbar
Advertisement . Scroll to see content

Netflix bakal PHK 1.000 Karyawan, Terbesar sejak 2022

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:07:00 WIB
Netflix bakal PHK 1.000 Karyawan, Terbesar sejak 2022
Netflix berencana memangkas 1.000 karyawan secara global, menjadi PHK terbesar sejak 2022 di tengah persaingan ketat industri streaming. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

CALIFORNIA, iNews.id - Netflix berencana memangkas 1.000 karyawan secara global di tengah persaingan industri streaming yang semakin ketat. Langkah ini menjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) terbesar perusahaan sejak 2022 dan diperkirakan berdampak pada sekitar 6 persen dari total tenaga kerjanya.

Melansir BBC, pengurangan karyawan terutama akan menyasar tim sumber daya manusia, hukum, produk, dan teknologi. Kebijakan tersebut muncul ketika Netflix berupaya memperkuat pertumbuhan bisnis di tengah persaingan memperebutkan perhatian penonton.

Co-CEO Netflix Ted Sarandos pada bulan lalu menyampaikan bahwa pertumbuhan perusahaan belum sesuai dengan harapannya. 

"Kami tidak tumbuh secepat yang saya inginkan," ujar Sarandos.

Industri streaming sendiri tengah memasuki periode konsolidasi setelah Paramount menyepakati merger senilai 110 miliar dolar AS dengan Warner Bros, pemilik HBO. Di saat yang sama, platform gratis seperti YouTube dan TikTok terus menarik perhatian penonton.

Dalam surel kepada karyawan, Sarandos bersama Co-CEO Greg Peters mengatakan bahwa Netflix akan tetap berinvestasi secara agresif pada bidang-bidang yang dinilai berdampak besar terhadap peningkatan layanan, pertumbuhan, dan inovasi.

Netflix sebelumnya sempat mendekati kesepakatan untuk mengakuisisi Warner Bros. Namun, perusahaan tersebut akhirnya kalah bersaing setelah Paramount mengajukan penawaran yang lebih tinggi.

Terkait perubahan organisasi, Sarandos dan Peters menyatakan bahwa ambisi Netflix untuk menghibur masyarakat dunia membutuhkan kedisiplinan dalam menentukan prioritas sumber daya manusia dan investasi perusahaan.

Manajemen akan segera memberi tahu karyawan yang terdampak mengenai posisi mereka. Meski melakukan pengurangan tenaga kerja, Netflix menyatakan masih berada di jalur yang sesuai untuk mencapai proyeksi keuangannya.

Perusahaan dijadwalkan mengumumkan laporan keuangan terbaru pada 20 Oktober 2026. Investor juga terus mencermati tingkat keterlibatan pengguna, termasuk durasi waktu yang dihabiskan pelanggan untuk menonton konten Netflix.

Adapun, Netflix terus memproduksi berbagai tayangan untuk mempertahankan pelanggan. Salah satu serial yang tengah populer adalah Below, serial misteri berlatar dunia bawah laut.

Selain mengandalkan layanan berlangganan, Netflix berupaya memperluas bisnis ke sektor gim dan periklanan. Perusahaan juga mulai menayangkan iklan sebelum dan selama penayangan film maupun serial.

Namun, upaya diversifikasi tersebut dinilai belum menghasilkan sumber pendapatan besar lainnya. Analis senior eMarketer Ross Benes mengatakan Netflix masih sangat bergantung pada bisnis berlangganan yang berpotensi mendekati titik jenuh.

"Pada akhirnya, karena mereka semakin mendekati batas pertumbuhan bisnis tersebut, mereka membutuhkan sumber pendapatan lain untuk melakukan diversifikasi. Di situlah upaya mereka masih menghadapi kesulitan," kata Benes.

Netflix terakhir kali melakukan PHK besar-besaran pada 2022, ketika memangkas sekitar 450 karyawan. Langkah itu dilakukan setelah perusahaan kehilangan pelanggan untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut