Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Produksi Shale Oil AS Digenjot, OPEC Tak Ambil Pusing
Advertisement . Scroll to see content

Ngamuk, Iran Klaim Hancurkan 2 Pangkalan Militer AS di Yordania 

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:18:00 WIB
Ngamuk, Iran Klaim Hancurkan 2 Pangkalan Militer AS di Yordania 
Iran membalas serangan Amerika Serikat dengan meluncurkan rudal ke dua pangkalan AS di Yordania, Senin (31/8) dini hari (Foto: Mehr)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Iran membalas serangan Amerika Serikat dengan meluncurkan rudal ke dua pangkalan AS di Yordania, Senin (31/8/2026) dini hari. Serangan tersebut sebagai respons atas gempuran militer AS terhadap Pulau Larak di Selat Hormuz, Minggu (30/8/2026) malam.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Al Jazeera, serangan tersebut menargetkan alat peluncur di Pulau Larak yang akan menembakkan roket pembawa ranjau ke Selat Hormuz.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan, operasi militer melibatkan rudal dan drone, disebut "Hukuman bagi Agresor" menghantam Pangkalan Udara King Hussein dan Al Azraq di Yordania.

"(Serangan tersebut) Menghancurkan infrastruktur teknis dan perbaikan, serta lokasi penempatan jet tempur musuh," bunyi pernyataan IRGC, seperti dilaporkan Al Jazeera.

“Agresi dan kejahatan tidak akan menyelesaikan keputusasaan musuh dalam melemahkan kendali Republik Islam atas Selat Hormuz, dan setiap serangan akan dibalas dengan respons lebih dahsyat,” kata IRGC, menegaskan.

Sementara itu Yordania melaporkan telah mencegat delapan rudal Iran segera setelah IRGC mengumumkan serangan tersebut.

"Sistem pertahanan udara mencegat delapan rudal yang menerobos wilayah udara Kerajaan pada Senin pagi ini, Senin," demikian pernyataan militer Yordania.

Sejauh ini belum ada laporan korban luka di kedua pangkalan tersebut.

Namun serangan AS ke Iran menyebabkan korban jiwa. Kantor berita Fars melaporkan serangan tersebut menewaskan dan melukai tentara, tanpa menyebutkan angka pasti.
 
Konflik bersenjata terbaru sejak akhir Juli tersebut berisiko memperbarui konfrontasi militer karena AS beralih dari opeasi militer ke strategi tekanan finansial terhadap Teheran.

Dalam beberapa pekan terakhir, AS mengeklaim kendali atas Selat Hormuz dengan menyatakan jutaan barel minyak telah melewati jalur perairan tersebut di bawah perlindungan militer AS, meskipun diblokade Iran.

Namun serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz berlangsung hampir setiap hari. Iran juga menegaskan tetap memblokade dan memegang kendali penuh atas jalur perairan tersebut.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut