Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Airlangga Ungkap Tanah Merauke Baik untuk Pertanian, Lebih Unggul dari Australia
Advertisement . Scroll to see content

Ngeri, Istri Petani Dilarikan ke RS karena Bola Matanya Digigit Tikus

Senin, 14 Juni 2021 - 15:00:00 WIB
Ngeri, Istri Petani Dilarikan ke RS karena Bola Matanya Digigit Tikus
Tikus yang terperangkap di jebakan tikus, di New South Wales . (Foto: REUTERS)
Advertisement . Scroll to see content

SYDNEY, iNews.id - Seorang istri petani di Australia harus dilarikan ke rumah sakit karena bola matanya digigit tikus. Saat ini, wabah tikus tengah menggila di Austarlia dan menghancurkan banyak hal. 

The Times menyebut, kejadian yang dialami wanita itu sebagai yang terburuk dalam lebih dari 30 tahun terakhir. 

Peristiwa buruk yang disebabkan serangan tikus banyak terjadi di Australia. Seperti yang yang dialami warga Narromine, 250 mil ke arah pedalaman Sydney. Jari manisi istri Mick Harris digigit tikus saat ia tengah tidur. 

Anak-anak Mick juga kerap menangis karena ada sekumpulan tikus berada di tempat tidur mereka. 

Saat ini, muncul seruan agar serangan tikus ini dikategorikan bencana alam. Dengan demikian, masyarakat yang dirugikan akibat keganasan tikus ini dapat mengajukan klaim asuransi. 

Akibat serangan jutaan tikus ini, banyak mobil rusak karena kabel-kabel mesin yang digigit. Bahkan ada rumah di Narrabri, New South Wales yang terbakar akibat ulah tikus. Belum lagi tanaman-tanaman petani yang hancur diserang hewan pengerat ini.  

Pemerintah New South Wales (NSW) telah menyiapkan 5.000 liter racun tikus bromadiolone yang saat ini dilarang untuk penggunaan pertanian di negara itu. Negara telah menawarkan untuk menyediakannya secara gratis jika Otoritas Pestisida dan Obat Hewan Australia menyetujuinya.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut