Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bertemu Sugiono, Menlu Slovakia Tawarkan Pengembangan Energi Nuklir di Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Ngeri! Kim Jong Un Perintahkan Percepatan Produksi Senjata, Singgung Perang Nuklir

Sabtu, 18 Mei 2024 - 07:11:00 WIB
Ngeri! Kim Jong Un Perintahkan Percepatan Produksi Senjata, Singgung Perang Nuklir
Kim Jong Un meninjau armada pembawa rudal taktis Korut di sebuah fasilitas yang dirahasiakan lokasinya (Foto: KCNA via Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

SEOUL, iNews.id - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un memerintahkan percepatan produksi senjata untuk memperkuat kekuatan nuklir negaranya segera. Pernyataan itu disampaikannya saat meninjau pabrik senjata pada Jumat (17/5/2024).

"Untuk mengatasi konfrontasi militer musuh yang sembrono dan meningkatkan pencegahan perang nuklir," kata Kim, seperti dilaporkan KCNA, Sabtu (18/5/2024).

Dia menambahkan dengan meningkatkan produksi senjata, musuh akan takut melihat postur tempur nuklir Korut.

Masih di hari yang sama, Kim mengawasi langsung uji coba rudal balistik taktis yang sudah menggunakan teknologi pemandu terbaru. Militer Korut menembakkan sejumlah rudal balistik jarak pendek ke laut lepas di pantai timur. 

Usai peluncuran, Kim mengungkapkan kepuasan atas keberhasilan uji coba rudal tersebut. Apalagi senjata itu sudah menggunakan sistem navigasi otonom.

Uji coba rudal tersebut dilakukan setelah Kim Yo Jong, adik Kim Jong Un, membantah negaranya melakukan kerja sama pertukaran senjata dengan Rusia. Komentar itu disampaikan setelah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada Rusia terkait penjualan senjata dengan Korut.

Menurut Kim Yo Jong, teori kesepakatan pertukaran senjata negaranya dengan Rusia hanya prasangka dan cerita fiksi.

"Teori paling tidak masuk akal yang tidak pantas dievaluasi atau ditafsirkan oleh siapa pun," kata Kim Yo Jong.

Dia menyebut, kerja sama senjata Korut dan Rusia sebagai rumor yang disebarkan oleh kekuatan-kekuatan musuh. 

Korut, lanjut Kim Yo Jong, mengembangkan senjata bukan bertujuan untuk ekspor, melainkan kepentingan pertahanan melawan Korea Selatan (Korsel).

AS dan Korsel menuduh Korut mengekspor rudal-rudalnya ke Rusia untuk digunakan perang di Ukraina, berdasarkan temuan tim dari PBB. Namun Rusia dan Korut membantah tuduhan itu.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut