Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Banjir Bandang Dahsyat Terjang Nepal, 22 Orang Tewas dan 384 Wisatawan Hilang
Advertisement . Scroll to see content

Ngeri! Korban Tewas Banjir Bandang Dahsyat di Nepal Tembus 97 Orang

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:42:00 WIB
Ngeri! Korban Tewas Banjir Bandang Dahsyat di Nepal Tembus 97 Orang
Banjir bandang dahsyat menerjang Nepal dekat perbatasan Tibet, China. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

KATHMANDU, iNews.id - Banjir bandang dahsyat menerjang Nepal, dekat dengan perbatasan wilayah otonomi Tibet, China, Rabu (26/8/2026). Sejauh ini, 97 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya hilang disapu gelombang tinggi.

Video amatir yang beredar luas di media sosial menunjukkan peristiwa sangat mengerikan. Gelombang air tinggi dan deras dari pegunungan menerjang permukiman di sepanjang bantaran sungai.

Salah satu video menunjukkan beberapa bangunan tempat tinggal dengan tinggi beberapa lantai lenyap disapu air bah. Bukan hanya itu, jembatan besi juga lenyap dibawa arus seketika.

Pejabat Nepal mengatakan, setidaknya 384 orang, terdiri atas warga lokal dan turis asing, hilang.

Sementara itu Menteri Luar Negeri (Menlu) Nepal Sishir Khanal mengatakan, para pejabat, tentara, dan polisi termasuk di antara yang hilang setelah banjir menghanyutkan barak mereka. Banjir dahsyat tersebut juga memicu tanah longsor.

Tim penyelamat mengevakuasi 97 jenazah, sementara 54 orang berhasil diselamatkan dari wilayah yang terdampak banjir.

Dewan Pariwisata Nepal menyatakan pihak berwenang sedang berupaya memverifikasi keberadaan dan status para turis dan pelancong yang berada di atau sedang melintasi wilayah terdampak.

Para turis asing yang dilaporkan hilang berasal dari India, Inggris, Afrika Selatan, Australia, dan Belanda. Sementara kewarganegaraan banyak korban lainnya belum dapat dipastikan.

Selain itu delapan warga Korea Selatan belum diketahui keberadaannya, sementara 10 orang lainnya terjebak akibat banjir di Nepal, demikian laporan kantor berita Yonhap, mengutip keterangan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Korsel. 

Berdasarkan perkiraan pemerintah, setidaknya 19 jembatan hanyut, jalan sepanjang 40 km rusak, serta 13 proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA)  terdampak. Sekitar 200 truk juga hanyut terbawa arus. Banjir menyebabkan kerusakan luas di Distrik Rasuwa, Dhading, dan Chitwan.

Khanal menjelaskan, banjir dipicu gempa bumi yang mengguncang wilayah perbatasan Nepal-China pada Rabu. Giuncangan gempa memicu longsoran salju yang menyebabkan runtuhnya danau glasial di wilayah Tibet, China.

"Akibat banjir tersebut, sejumlah besar proyek PLTA, kantor pemerintah, dan fasilitas jalan hancur total," kata Khanal.

Badan Survei Geologi AS (USGS) mencatat, gempa bermagnitudo 4,4 mengguncang Sesa Kodari di Nepal, yang berbatasan dengan Tibet, pada pukul 08.37 waktu setempat.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut