Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Geger! Sarwendah Ngaku Pegang Rahasia Besar Ruben Onsu dan Penyakitnya
Advertisement . Scroll to see content

Ngeri! Negara Pasifik Fiji Deklarasikan Darurat HIV: 1 dari 60 Warga Terpapar

Kamis, 17 September 2026 - 08:17:00 WIB
Ngeri! Negara Pasifik Fiji Deklarasikan Darurat HIV: 1 dari 60 Warga Terpapar
Fiji memberlakukan keadaan darurat nasional wabah Human Immunodeficiency Virus (HIV) (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Fiji, negara kecil di Pasifik, memberlakukan keadaan darurat nasional wabah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Negara berpenduduk kurang dari 1 juta jiwa itu mengalami lonjakan kasus HIV, dipicu meningkatnya konsumsi sabu-sabu oleh penduduknya.

Saat ini, diperkirakan 1 dari 60 orang dewasa di Fiji mengidap HIV, berlawanan dengan tren global di mana tingkat penularan virus yang tidak bisa disembuhkan namun dapat diobati ini justru menurun.

Fiji pertama kali mengumumkan wabah virus ini pada Januari 2025. Peningkatan upaya tes kesehatan kemudian mengungkap besarnya skala krisis, bahkan semakin memburuk.

Menteri Kesehatan Fiji Atonio Lalabalavu mengumumkan keadaan darurat HIV pada Selasa (15/9/2026). Dia mengatakan terdapat 2.060 kasus baru HIV di negaranya pada 2025. Kondisi itu menunjukkan seriusnya epidemi tersebut serta perlunya respons mendesak dan terkoordinasi.

Save the Children Fiji bahkan mencatat, wabah HIV telah menjangkau bayi baru lahir. Seorang bayi berusia 2 bulan menjadi pasien termuda yang teridentifikasi mengidap HIV sekaligus tuberkulosis (TB).

HIV menyerang sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko seseorang tertular TB. Disebutkan, tahun lalu terdapat 59 bayi yang tertular HIV dari ibu mereka.

Lima tahun lalu, diperkirakan 1 dari 167 penduduk Fiji hidup dengan HIV. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Fiji mengalami lonjakan penggunaan narkoba suntik seiring posisi kepulauan tersebut yang menjadi titik transit penting bagi perdagangan narkotika dari Amerika Serikat menuju pasar yang menguntungkan di Australia, Selandia Baru, dan sebagian wilayah Asia.

Faktor tersebut, ditambah dengan penularan seksual yang terus terjadi akibat rendahnya penggunaan kondom dan stigma sosial, membuat wabah ini sulit untuk ditangani.

"Hal yang paling mengkhawatirkan saya adalah kecepatan penyebaran epidemi ini dan banyaknya orang yang tak sadar bahwa mereka mungkin hidup dengan HIV," kata Renata Ram, penasihat Fiji untuk Program Bersama PBB tentang HIV/AIDS (UNAIDS), seperti dikutip dari CNN.

Dia menambahkan, hanya sekitar 39 persen warga Fiji yang terpapar HIV mengetahui status mereka. Kurang dari seperempat dari angka itu, 22 persen, yang menjalani pengobatan..

Jika tidak ditangani, virus ini dapat berkembang menjadi Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), yang membuat tubuh sangat rentan terhadap penyakit mematikan dan kanker.

Menurut data statistik kesehatan nasional, Fiji mencatat 117 kematian terkait HIV pada 2025, melonjak drastis dari 25 kasus pada 2021.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut