Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penumpang Transjakarta-MRT Tembus 461 Juta Orang Sepanjang 2025, Meningkat 16,65 Persen
Advertisement . Scroll to see content

Ngeri, Penumpang Komuter Nyaris Tewas setelah Kepala Terjepit antara Peron dan Kereta 

Jumat, 11 Februari 2022 - 11:08:00 WIB
Ngeri, Penumpang Komuter Nyaris Tewas setelah Kepala Terjepit antara Peron dan Kereta 
Penumpang komuter nyaris tewas saat kepala terjepit peron dan kereta. (Foto: Daily Star)
Advertisement . Scroll to see content

SYDNEY, iNews.id - Seorang penumpang komuter mabuk di Australia nyaris tewas setelah kepalanya terjepit antara peron dan kereta yang tengah berjalan. Beruntung korban dapat diselamatkan oleh teman dan petugas stasiun. 

Peristiwa ini terjadi di Stasiun Eastwood Sydney di Australia. Detik-detik dia terjatuh dan terjepit pun terekam kamera pengawas. 

Kejadian bermula saat korban yang tak disebutkan namanya tampak tak dapat berdiri tenang di peron stasiun. Pria yang mabuk berat itu tampak berjalan terhuyung ke depan dan belakang peron. 

Tiba-tiba dia terjatuh dengan kepala terlebih dulu. Kepalanya masuk antara kereta yang baru saja berjalan dan peron semen. 

Penumpang lain terlihat panik dan mencoba membantu pria itu. Beruntung dia selamat meski mengalami luka di kepala. Dia pun dibawa ke rumah sakit terdekat. 

Salah satu penjaga yang berada di dalam kereta yang berjalan, Max Perkins mengira pria itu tewas.

"Di kepala saya, saya pikir dia sudah mati, kami telah membunuh orang ini," katanya.

Sementara masinis kereta, Princy Mathew mengaku begitu mengetahui ada orang terjebak antara peron dan kereta, dia berusaha mengerem semaksimal mungkin agar kereta berhenti. 

“Saya tahu ada semacam keadaan darurat, jadi saya mengerem maksimal untuk menghentikan kereta," katanya. 

Menteri Transportasi New South Wales, David Elliott mengatakan rekaman dan kepanikan itu harus menjadi peringatan, 

“Ini adalah contoh mengerikan dari apa yang tidak boleh dilakukan. Ini adalah pengingat bahwa Anda harus sangat berhati-hati," katanya. 

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut