Ngeri! Rusia dan Korut Bakal Perkuat Kerja Sama Pertahanan
MOSKOW, iNews.id - Rusia dan Korea Utara (Korut) berencana memperkuat kerja sama pertahanan. Kedua negara berada dalam tekanan negara-negara Barat maupun komunitas internasional. Rusia menjadi sorotan terkait invasinya di Ukraina sejak Februari 2022, sementara Korut melakukan serangkaian uji coba coba rudal beberapa tahun terakhir.
Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergei Shoigu mengatakan kerja sama ini akan berkontribusi bagi pertahanan kedua negara.
“Saya yakin pembicaraan hari ini akan berkontribusi untuk memperkuat kerja sama antara departemen pertahanan,” kata Shoigu, setelah bertemu dengan mitranya dari Korut di Pyongyang, sebagaimana dirilis Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia.
Shoigu memimpin delegasi Rusia mengunjungi Korut untuk mengikuti peringatan 70 tahun Perang Korea atau Victory Day.
Rusia bersama delegasi China akan menghadiri Victory Day yang digelar dengan parade militer pada Kamis (27/7/2023). Perwakilan kedua negara merupakan delegasi asing pertama yang berkunjung ke Korut sejak pandemi Covid-19.
China diwakili oleh anggota Biro Politik Partai Komunis Li Hongzhong.
Sebelumnya Kemhan Rusia menyatakan diundang oleh pemerintah Korut untuk menghadiri perayaan Victory Day. Rusia dan China turut membantu Korut dalam Perang Korea melawan Korea Selatan yang dibantu Amerika Serikat serta sekutu lainnya.
Perang Korea berlangsung pada 1950-1953. Secara teknis, kedua Korea sebenarnya masih berstatus perang karena belum menandatangani kesepakatan damai yang permanen, melainkan hanya perjanjian gencatan senjata.
"Kunjungan ini akan membantu memperkuat hubungan militer Rusia-Korea Utara dan akan menjadi tahapan penting dalam pengembangan kerja sama antara kedua negara," bunyi pernyataan Kemhan Rusia.
Kemhan Rusia mengunggah video pendek di aplikasi Telegram, menunjukkan Shoigu disambut seorang pejabat militer Korut di karpet merah bandara begitu tiba.
Korut menutup perbatasan pada awal 2020 untuk semua perdagangan dan pertukaran diplomatik, termasuk dengan China dan Rusia.
Editor: Anton Suhartono