Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Melawan! Lisa Mariana Resmi Laporkan Dewi Wulan ke Polda Metro Jaya
Advertisement . Scroll to see content

Nigeria Tarik Dubes untuk Indonesia Buntut Keributan Diplomat dengan Petugas Imigrasi

Rabu, 11 Agustus 2021 - 22:47:00 WIB
Nigeria Tarik Dubes untuk Indonesia Buntut Keributan Diplomat dengan Petugas Imigrasi
Geoffrey Onyema (Foto: Kemlu Nigeria)
Advertisement . Scroll to see content

ABUJA, iNews.id - Nigeria menarik duta besar untuk Indonesia terkait tuduhan penganiayaan yang dilakukan petugas imigrasi terhadap seorang diplomatnya di Jakarta.

Menteri Luar Negeri Nigeria Geoffrey Onyema menyampaikan pengumuman itu setela melihat video penganiayaan yang sempat viral di media sosial pada akhir pekan lalu.

“Setelah melihat video di media sosial, kami segera menghubungi Duta Besar untuk Indonesia dan memberikan penjelasan lebih lanjut kepada kami tentang apa yang terjadi. Dia juga membenarkan video itu memang seorang diplomat Nigeria yang bertugas. Rupanya, peristiwa itu terjadi saat penggerebekan acak oleh imigrasi Indonesia terhadap imigran ilegal," kata Onyema.

Dia menambahkan, hal pertama dilakukan Kementerian Luar Negeri (kemlu) adalah meminta Duta Besar menyerahkan laporan lengkap dan menyeluruh tentang apa yang terjadi. Laporan itu dijadikan dasar dalam mengajukan protes kepada Pemerintah Indonesia.

"Tentu saja ini keputusan kemlu untuk mengajukan laporan resmi dan kuat kepada Kemlu di Jakarta. Di bawah hukum internasional, diplomat tidak bisa disalahkan. Ini jelas melanggar Konvensi Wina," ujarnya.

Dia menegaskan pemanggilan dubes untuk menunjukkan ketidaksenangan pemerintah Nigeria mengenai penganiayaan yang dilakukan petugas imigrasi tersebut.

Penarikan itu, tegas dia, bersifat sementara guna memungkinkan penyelidikan penuh atas insiden tersebut serta mengambil langkah-langkah konkret ke depan untuk melindungi warga Nigeria di Indonesia.

Onyama juga sudah memanggil Dubes RI untuk Nigeria pada Senin lalu untuk mengajukan protes.

“Pada Senin, kami memanggil Duta Besar Indonesia untuk Nigeria ke Kementerian Luar Negeri. Sekali lagi, kami juga memprotes dengan keras mengenai apa yang telah terjadi. Ini benar-benar tidak bisa diterima dalam kondisi apa pun,” katanya.

Dituduh Melakukan Kekerasan Terhadap Diplomat Nigeria, Imigrasi Klarifikasi Justru Petugas yang Mengalami Pemukulan

Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM DKI Jakarta Ibnu Chuldun mengklarifikasi tuduhan penganiayaan yang dilakukan petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan terhadap diplomat Nigeria, sebagaimana terekam dalam video viral. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (7/8/2021).

Menurut Ibnu, diplomat Nigeria justru yang bertindak arogan dan lebih dahulu memukul petugas Imigrasi. 

"Justru WNA asal Nigeria itu yang melakukan pemukulan terhadap petugas kami saat dalam perjalanan ke kantor imigrasi. Yang bersangkutan dibawa ke kantor karena bersikap tidak kooperatif dengan menghardik petugas yang melakukan pemeriksaan dokumen dan malah menantang untuk ditahan," ujar Ibnu. 

Akibat pemukulan tersebut, lanjut dia, salah seorang petugas mengalami bengkak dan berdarah pada bibir sebelah kiri. Imigrasi memiliki bukti hasil visum. 

Dia melanjutkan, setelah pemukulan, petugas lalu memegangi WNA tersebut untuk mencegahnya kembali melakukan kekerasan. Namun yang terlihat di video seolah-olah penganiayaan.

Kejadian ini berawal dari adanya informasi mengenai sekelompok warga asing yang diduga melanggar izin tinggal dan menginap di salah satu hotel Jakarta Selatan. Petugas lalu mendatangi lokasi itu karena mereka diduga berencana mengadakan pesta pada sore hari. 

Namun pihak hotel menyatakan, para WNA tersebut sudah check out dan pindah ke sebuah apartemen masih di Jakarta Selatan. Petugas kemudian mendatangi apartemen tersebut.

Saat petugas menanyakan paspor dan identitas, WNA tersebut marah dan tidak mau menyerahkan. Dia juga sempat menghardik petugas dan menantang untuk ditahan. Karena tidak kooperatif, dia dibawa petugas ke kantor Imigrasi.

"Dalam perjalanan menuju kantor itulah yang bersangkutan melakukan pemukulan terhadap petugas kami sehingga harus dipegangi. Dia terus berteriak-teriak sepanjang perjalanan dan sampai di kantor imigrasi juga masih berteriak. Padahal, petugas tidak melakukan kekerasan kepadanya. Setelah ditanyai, barulah akhirnya dia mengaku sebagai diplomat dengan menyerahkan Kartu Diplomatik Kedutaan Nigeria,” kata Ibnu.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut