Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump: Israel Tak Akan Gunakan Senjata Nuklir dalam Perang Lawan Iran
Advertisement . Scroll to see content

Norwegia Bakal Fasilitasi Transfer Dana Pajak yang Dibekukan Israel ke Otoritas Palestina

Senin, 19 Februari 2024 - 06:01:00 WIB
Norwegia Bakal Fasilitasi Transfer Dana Pajak yang Dibekukan Israel ke Otoritas Palestina
Norwegia siap bantu transfer dana pajak yang dibekukan Israel ke Palestina. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

OSLO, iNews.id - Norwegia setuju untuk membantu memfasilitasi transfer dana pajak beku yang diperuntukkan bagi Otoritas Palestina (PA) yang dikumpulkan oleh Israel. Hal itu disampaikam oleh Pemerintah Norwegia pada Minggu (18/2/2024). 

Berdasarkan perjanjian perdamaian sementara yang dicapai pada 1990-an, Kementerian Keuangan Israel memungut pajak atas nama Palestina dan melakukan transfer bulanan ke PA. Akan tetapi, perselisihan muncul mengenai pembayaran dana pajak tersebut pascaserangan Hamas ke Israel Selatan pada 7 Oktober lalu. 

Menurut Norwegia, solusi sementara yang ditawarkan Oslo akan memungkinkan pembayaran kembali pajak itu dan mencegah keruntuhan finansial bagi PA. Langkah ini juga memungkinkan PA membayar gaji dan menyediakan layanan penting seperti sekolah dan layanan kesehatan bagi rakyat Palestina. 

“Hal ini penting untuk meningkatkan stabilitas di kawasan dan agar Otoritas Palestina mempunyai legitimasi di antara rakyatnya,” kata Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Stoere. 

Berdasarkan solusi yang disepakati dengan Israel dan para pejabat Palestina, Norwegia akan bertindak sebagai perantara untuk menampung pendapatan yang telah ditahan Israel sejak 7 Oktober. 

“Otoritas Palestina kemudian bersedia menerima dana lainnya,” kata Norwegia. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Norwegia mengatakan, porsi pendapatan yang akan tetap ditahan Norwegia sama dengan porsi yang diperkirakan Israel untuk Gaza

Mengakses pendapatan adalah kunci bagi kelangsungan PA, yang menjalankan pemerintahan secara terbatas di Tepi Barat yang diduduki Israel. Beberapa negara Barat, termasuk Amerika Serikat, juga menginginkan PA memainkan peran dalam pemerintahan di Jalur Gaza jika perang Israel-Hamas berakhir. 

Pada 2 November, Israel menyatakan bahwa pihaknya akan melanjutkan transfer pendapatan pajak ke PA di Tepi Barat, namun akan menahan dana yang ditujukan untuk Gaza, yang dikuasai Hamas. Akan tetapi, pendapatan di wilayah Gaza sendiri sebelumnya juga turut berkontribusi menutupi gaji sektor publik serta program bantuan medis dan sosial Palestina. 

Pada 6 November, PA menyatakan bahwa mereka menginginkan uang tersebut secara penuh dan tidak akan menerima persyaratan yang menghalangi mereka untuk membayar gaji para pegawainya. PA memperkirakan belanja publik yang dihabiskan di Gaza mencapai sekitar 30 persen anggarannya. 

Pada 21 Januari, para pejabat Israel mengatakan pemerintah zionis telah menyetujui rencana pembekuan dana pajak yang dialokasikan untuk Jalur Gaza untuk dipegang oleh Norwegia dan bukan ditransfer ke PA.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut