OKI Ancam Negara yang Pindahkan Kedubes ke Yerusalem
MAKKAH, iNews.id - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-14 di Makkah, Arab Saudi, Sabtu (1/6/2019), menegaskan kembali penolakan 57 negara anggotanya atas pengakuan Amerika Serikat (AS) bahwa Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Dalam pernyataan sebagaimana dikutip dari AFP, KTT juga menentang keputusan AS serta Guatemala yang memindahkan kantor kedutaan besar mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Belum cukup, negara anggota OKI didesak memboikot negara-negara yang telah membuka misi diplomatik di Yerusalem.
Pernyataan ini keluar di saat staf ahli Presiden Donald Trump, Jared Kushner, mempersiapkan proposal aspek-aspek ekonomi dari rencana perdamaian Israel-Palestina yang baru. Proposal itu akan disampaikan dalam konferensi di Bahrain pada akhir bulan ini.
Namun Palestina secara tegas tidak akan hadir dalam konferensi itu serta menolak proposal perdamaian dari AS. Alasannya, sikap AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember 2017 merupakan bentuk keberpihakan, sehingga negara itu bukan lagi perantara yang netral.
Para pejabat Palestina memutuskan kontak dengan pemerintahan Trump setelah pengakuan sepihak itu.
Selain itu, Palestina menginginkan proposal perdamaian lama dilanjutkan yakni solusi dua negara. Sementara rencana perdamaian baru disebut sebagai 'Deal of the Century' atau Kesepakatan Abad Ini.
Israel menegaskan bahwa seluruh Yerusalem merupakan ibu kota abadi dan tak terpisahkan. Sementara Palestina menginginkan Yerusalem Timur, di dalamnya terdapat Masjid Al Aqsa, sebagai ibu kota masa depan.
Editor: Anton Suhartono