Palestina Ajak Negara Amerika Latin Tak Pindahkan Kedubes ke Yerusalem
KARAKAS, iNews.id - Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta negara-negara Amerika Latin tidak mengikuti langkah Amerika Serikat (AS) yang akan memindahkan kantor kedutaan besar (kedubes) di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.
AS akan membuka kantor kedubesnya di Yerusalem pada 14 Mei bersamaan dengan hari kemerdekaan Israel ke-70.
"Kami berharap beberapa negara Amerika Latin tak akan ikut memindahkan kedubes ke Yerusalem, karena melanggar hukum internasional," kata Abbas, saat bertemu dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, di Karakas, seperti dikutip dari AFP, Selasa (8/5/2018).
Pada kesempatan itu Abbas menyampaikan terima kasih kepada Maduro karena menolak keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Venezuela juga memastikan tidak akan memindahkan kedubesnya ke Yerusalem.
Negara Amerika Latin yang akan mengikuti langkah AS sejauh ini yakni Guatemala. Keputusan itu disampaikan dua hari setelah AS resmi mengumumkan pemindahan.
Kantor Kedubes AS di Yerusalem untuk sementara akan menggunakan gedung konsulat. Kedubes baru yang permanen akan dibuka pada akhir 2018, tak jauh dari kantor konsulat.
Langkah AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kita Israel dan pemindahan kedubes dikecam komunitas internasional karena melanggar resolusi PBB. Yerusalem seharusnya menjadi ibu kita masa depan Palestina.
Presiden Abbas menegaskan tidak akan menerima AS sebagai mediator tunggal pembicaraan damai Palestina-Israel karena sikapnya yang terang-terangan sudah berpihak. Keputusan AS ini sekaligus mengacaukan kembali pembicaraan damai Palestina-Israel yang sudah dirintis sejak lama.
Editor: Anton Suhartono