Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ngeri! Iran Tutup Bab Al Mandab, Harga Minyak Bisa Tembus 200 Dolar per Barel
Advertisement . Scroll to see content

Panas! Trump Ancam Serang Fasilitas Minyak Iran di Pulau Kharg

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:40:00 WIB
Panas! Trump Ancam Serang Fasilitas Minyak Iran di Pulau Kharg
Donald Trump menyebut militernya mungkin akan menyerang fasilitas minyak Iran di Pulau Kharg (Foto: Planet Labs via AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut militernya mungkin akan menyerang fasilitas minyak Iran di Pulau Kharg. Namun dia berharap serangan itu tak terjadi.

"Kita sudah menyerang Pulau Kharg, seperti Anda ketahui, dua kali, bahkan tiga kali. Saya sampaikan serang semuanya kecuali minyak," ujarnya, dalam wawancara dengan Fox News, dikutip Rabu (15/7/2026).

Trump menegaskan kembali, hindari serangan terhadap minyak Iran karena akan berdampak besar bagi perekonomian dunia.

"Hindari area kecil itu dari jarak 25 yard. Hindari area itu. Jangan sentuh minyaknya, karena saya tidak menginginkannya dalam hal ekonomi dunia," katanya.

"Anda tahu, itu sebagian besar dari ekonomi dunia, jadi kita belum menyerangnya," tuturnya.

Trump juga mengatakan, Iran harus mau kembali ke meja perundingan. Militernya akan mengintensifkan serangan terhadap Iran hingga pekan depan. Bahkan, AS tak segan-segan mengebom infrastruktur Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik.

Serangan itu akan dilakukan jika Iran menolak untuk kembali ke meja perundingan.

"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras besok malam. Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras pada malam hari, kemudian minggu depan akan menjadi sangat buruk karena ada serangan terhadap pembangkit listrik, serangan terhadap jembatan... kecuali mereka mau duduk di meja perundingan dan bernegosiasi," ujarnya.

Trump lalu melanjutkan lagi, militer AS akan menghancurkan seluruh pembangkit listrik Iran jika negosiasi tak berlanjut.

AS dan Iran seharusnya telah memulai negosiasi lanjutan membahas beberapa isu sensitif seperti program nuklir Iran. Negosiasi itu digelar setelah kedua pihak meneken MoU Islamabad yang mengakhiri perang sejak 28 Februari 2026. 

Namun, jangankan melanjutkan negosiasi, MoU gencatan senjata batal, setelah Trump mengatakan perjanjian itu tidak berlaku lagi pada 7 Juli lalu.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut