Pandemi Virus Korona: Serbia Nyatakan Keadaan Darurat, Kerahkan Tentara Jaga Rumah Sakit
BEOGARD, iNews.id - Serbia mengumumkan keadaan darurat pada Minggu (15/3/2020) untuk menghentikan penyebaran virus korona. Serbia menutup semua ruang publik, mengerahkan tentara untuk menjaga rumah sakit, dan menutup perbatasan.
Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan pembatasan baru diperlukan untuk menyelamatkan warga negara Balkan itu, yang memiliki penduduk sekitar tujuh juta orang.
Saat ini ada sekitar 50 kasus infeksi COVID-19 di Serbia.
"Mulai besok, tidak ada lagi sekolah, tidak ada taman kanak-kanak, tidak ada universitas, semuanya ditutup, tidak ada pelatihan, olahraga, kita akan tutup untuk menyelamatkan hidup kita, untuk menyelamatkan orangtua kita," kata Vucic, seperti dilaporkan AFP, Senin (16/3/2020).
Kunjungan Dilarang karena Virus Korona, Penjara Yordania Rusuh dan Tewaskan 2 Orang
"Militer akan dimobilisasi untuk menjaga lokasi-lokasi penting, seperti rumah sakit tempat pasien virus korona dirawat," kata dia.
Kebijakan itu belum sejauh langkah ekstem lain yang diberlakukan di negara-negara Eropa yang paling parah dilanda korona, seperti Italia dan Spanyol, tempat ratusan orang tewas.
Bertambah 190 Kasus Sehari, Pasien Positif Korona di Malaysia Capai 428 Orang
Vucic meminta hanya mereka yang berusia di atas 65 tahun yang tinggal di dalam rumah.
"Saya katakan kepada orang asing: jangan datang ke Serbia, kecuali orang China yang dipanggil untuk datang, dokter mereka, orang-orang yang membantu kami," ujar Vucic.
Perdana Menteri negara Ana Brnabic mengonfirmasi perbatasan Serbia akan ditutup untuk semua orang asing pada Minggu malam, selain dari diplomat dan penduduk penuh waktu.
Warga negara Serbia yang kembali dari titik panas akan dikarantina antara 14 hingga 28 hari. Mereka yang melanggar ketentuan karantina bisa dihukum tiga tahun penjara.
Editor: Nathania Riris Michico