Pangkalan Militer AS di Irak Diserang Drone, Tak Ada Korban Jiwa

Djairan ยท Kamis, 15 April 2021 - 06:23:00 WIB
Pangkalan Militer AS di Irak Diserang Drone, Tak Ada Korban Jiwa
Ilustrasi Tentara AS (Foto: AFP)

BAGHDAD, iNews.id - Sebuah pesawat tak berawak (drone) menjatuhkan bahan peledak di dekat markas pasukan militer Amerika Serikat (AS) yang ditempatkan di Bandara Internasional Erbil, Irak, Rabu (14/4/2021) malam. Sejauh ini belum ada laporan tentang korban jiwa.

Kementerian Dalam Negeri Pemerintah Daerah Kurdistan yang berbasis di Erbil, mengatakan drone tersebut membawa bahan peledak TNT untuk menargetkan pasukan AS. Sebuah kelompok milisi pro-Iran diduga terkait dengan serangan itu, namun belum ada klaim resmi hingga saat ini.

Melansir Reuters, Kamis (15/4/2021), serangan itu dilaporkan menjadi yang pertama menggunakan drone berbahan peledak terhadap pasukan AS di Erbil. Sebelumnya rentetan serangan roket menghujani pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan dan kedutaan besar AS di Baghdad, yang diduga dilakukan oleh milisi pro-Iran.

Seperti pada serangan roket yang menghantam pangkalan militer pimpinan AS di sekitar Bandara Internasional Erbil pada Februari lalu, yang menewaskan seorang kontraktor non-Amerika yang bekerja dengan militer AS.

Pejabat keamanan Irak mengatakan, sesaat sebelum serangan hari Rabu di Erbil, setidaknya dua roket dilaporkan mendarat di dekat pangkalan di sebelah barat kota yang menampung pasukan Turki, yang menewaskan seorang tentara Turki.

Turki diketahui juga memiliki pasukan di Irak, baik sebagai bagian dari kontingen NATO serta untuk menyerang militan separatis Kurdi di utara. Milisi pro-Iran sangat menentang kehadiran AS maupun Turki di sana, dan menuntut penarikan penuh semua pasukan asing.

AS sendiri terkadang menanggapi serangan udara dengan serangan balik, termasuk di perbatasan Irak-Suriah. Seperti serangan udara yang diperintahkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump, yang menewaskan komandan utama Iran Qassem Soleimani pada Januari 2020, hingga sempat memicu konflik skala penuh.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq