Pangkalan Rudal Rahasia Korut Terungkap Jelang Pertemuan Trump dan Kim
WASHINGTON, iNews.id - Para peneliti Beyond Parallel, Washington, Amerika Serikat (AS), mengungkap laporan ditemukannya pangkalan rudal balistik Korea Utara (Korut). Fasilitas bernama Sino ri itu terdeteksi di satelit dan diyakini sebagai satu dari 20 pangkalan rudal rahasia Korut.
Beyond Parallel merupakan nama proyek penelitian dari lembaga think tank Centre of Strategic and International Studies (CSIS). Pada November lalu, mereka mengidentifikasi 13 dari perkiraan total 20 pangkalan rudal rahasia Korut.
Berdasarkan temuan terbaru, peneliti mengungkap fasilitas bernama Sino ri ini merupakan markas unit resimen yang mengoperasikan rudal balistik jarak menengah Nodong-1.
Tak hanya itu, Sino ri juga digunakan sebagai markas brigade rudal Nodong, bagian dari Pasukan Strategi Roket Korut. Laporan mensinyalir, tempat ini kemungkinan juga punya peran besar dalam pengembangan rudal balistik terbaru Korut, Pukkuksong-2.
"(Kita) harus bernegosiasi dengan kemampuan (nuklir Korut) yang ada saat ini. Tidak hanya di masa lalu (sudah terungkap) atau yang akan datang," kata salah satu penulis laporan Beyond Parallel yang juga penasihat senior serta perwakilan Korea Selatan (Korsel) di CSIS, Victor Cha, dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Selasa (22/1/2019).
Posisi Sino ri berada di 212 kilometer sebelah utara zona demiliterisasi atau perbatasan Korut dan Korsel. Rudal ini bisa mengancam kawasan karena jangkauannya bisa mencapai Korsel dan sebagian besar wilayah Jepang.
Sejauh ini Korut tak pernah melaporkan fasilitas rudal Sino ri.
Laporan ini disampaikan menjelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan pemimpin Korut Kim Jong Un. Pertemuan akan berlangsung pada Februari mendatang, kemungkinan besar di Vietnam.
Usai bertemu pejabat senior Korut di Washington pada pekan lalu, Trump mengungkapkan rasa yakin pertemuan keduanya dengan Kim sudah di depan mata.
"Kim Jong Un sangat menantikan pertemuan ini, demikian halnya dengan saya. Kami sudah membuat banyak kemajuan soal permasalahan denuklirisasi. Segalanya akan berjalan baik dengan Korut," kata Trump.
Editor: Anton Suhartono