Parlemen Aussie Kecam Senator yang Salahkan Muslim soal Penembakan
SYDNEY, iNews.id - Senator Australia yang menyalahkan muslim atas penembakan di dua masjid Christchurch, Selandia Baru, Fraser Anning, menghadapi kecaman dari rekan-rekannya di parlemen dalam sidang, Rabu (3/4/2019).
Senator asal Queensland tersebut tampaknya tidak akan dipilih lagi oleh warga Australia dalam pemilu yang digelar bulan depan.
Anning mendapat kritikan global atas pernyataannya yang menyalahkan imigran muslim dalam penembakan menewaskan 50 jamaah Salat Jumat pada 15 Maret 2019. Dia menolak meminta maaf atas pernyataannya. Keesokan hari setelah menyampaikan pernyataan itu, yakni 17 Maret 2019, dia dilempar telur di kepala oleh remaja 17 tahun sebagai ungkapan kejengkelan.
Para politisi dari partai besar dan kecil bersatu mengecam Anning dalam pemilihan suara di majelis tinggi Senat.
"Komentar Senator Anning jelek dan memecah belah. Ini berbahaya dan tidak dapat diterima oleh siapa pun di tempat ini," kata pemimpin Liberal-Nasional, kubu konservatif yang juga penguasa pemerintahan di Senat, Mathias Cormann, dikutip dari AFP.
Kecaman juga datang dari pihak oposisi yakni Partai Buruh. Pemimpin oposisi di Senat, Penny Wong, menambahkan, kecaman itu merupakan sikap yang jelas terhadap ideologi kebencian dan ekstremisme, termasuk yang dianut kelompok sayap kanan.
"Kita harus menolak orang-orang yang berusaha menyebarkan intoleransi dan kebencian. Dengan melakukan itu maka merusak nilai-nilai demokrasi kita. Ada perbedaan antara kebebasan berbicara dan kebencian. Yang pertama adalah fitur demokrasi kita dan yang terakhir merupakan serangan terhadap demokrasi," kata Wong.
Anning terpilih pada 2017 secara kebetulan karena diuntungkan oleh sistem pemungutan suara proporsional di Australia, yang hanya menerima 19 suara preferensi pertama.
Senator yang maju secara independen itu mengundang kontroversi karena pandangannya, bahkan pernah menyerukan solusi diakhirinya imigran ke Australia.
Editor: Anton Suhartono