Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Partai Republik Kalah di Kongres AS, Trump Ancam Veto RUU dari Demokrat
Advertisement . Scroll to see content

Partai Trump Kalah dalam Pemilu AS, Ini Komentar Iran

Kamis, 05 November 2026 - 10:06:00 WIB
Partai Trump Kalah dalam Pemilu AS, Ini Komentar Iran
Mojtaba Khamenei menolak kemungkinan adanya perubahan besar dalam pendekatan AS terhadap Iran pasca-pemilu (Foto: Student News Agency)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Warga Iran merayakan kemenangan Partai Demokrat atas Republik dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS). Demokrat menguasai Kongres AS, menggeser dominasi Republik yang diyakini akan mengubah kebijakan perang terhadap Iran.

Namun, berbeda hanya warganya, para pejabat Iran menilai kemenangan gemilang Partai Demokrat tak akan berdampak signifikan terhadap kebijakan perang pemerintahan Presiden Donald Trump.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menolak prospek perubahan besar dalam pendekatan AS terhadap negaranya.

“Jika masih ada yang menyimpan sedikit harapan akan perubahan perilaku atau pergeseran partisan dan faksional dalam sistem dominasi, atau yang membayangkan bahwa dengan memberikan konsesi kepada AS mereka bisa mencegahnya dari permusuhan terhadap bangsa Iran, mereka sangat keliru,” kata Mojtaba, di akun media sosial, dikutip Kamis (5/11/2026).

Ada kekhawatiran bahwa perang skala penuh dapat berlanjut, meskipun Demokrat menguasai Kongres AS mulai Januari 2027.

Pembicaraan yang bertujuan untuk mencegah pertempuran kembali terus berlanjut, melalui mediasi Qatar.

Sementara sekutu-sekutu AS di Timur Tengah mendesak Washington untuk tidak melanjutkan perang yang telah mengguncang ekonomi global.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan mendorong AS untuk menyerang Iran kembali, meski Trump berupaya menahan diri menggunakan kekuatan militer kembali. Trump lebih cenderung menggunakan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dalam pernyataan di media sosial X, menegaskan militernya siap dengan negosiasi maupun perang. 

"Amerika mengatakan tidak pada perang, dan kami mendukung pesan tersebut," tulisnya. 

Dia lalu memperingatkan, jika mengabaikan seruan perubahan, maka pemerintah AS akan belajar bahwa perlawanan Iran kami akan berujung pada mimpi buruk.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut