Partainya Kalah di 3 Pemilu, PM Malaysia Anwar Ibrahim Mulai Waswas
KUALA LUMPUR, iNews.id - Perdana Menteri MalaysiaAnwar Ibrahim mulai waswas dengan buruknya perolehan partainya dalam pemilu lokal. Dia bergerak cepat untuk mengembalikan kepercayaan publik.
Anwar berjanji akan mempercepat laju reformasi serta memperkuat perlawanan terhadap korupsi guna membangun kembali kepercayaan publik.
Anwar mengakui pemerintahannya memiliki banyak kekurangan, memicu frustrasi di kalangan rakyat Malaysia. Meski ekonomi Malaysia tumbuh 6 persen pada kuartal lalu dan pengangguran masih di angka rendah, Anwar tidak menyangkal warga Malaysia harus menanggung biaya hidup tinggi.
"Angka-angka ekonomi tidak memenangkan hati rakyat," katanya, saat kongres tahunan Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang dia pimpin, Sabtu (15/8/2026), seperti dikutip dari Bloomberg.
"Saya tahu banyak orang yang mendesak, tapi reformasi tidak bisa terburu-buru. Reformasi harus dilakukan secara bertahap," ujarnya, seraya menambahkan, program pemerintah juga harus mempertimbangkan partai-partai lain dalam koalisi.
PKR dan koalisi Pakatan Harapan (PH) menunjukkan kinerja buruk dalam 3 pemilu negara bagian di Sabah, Johor, dan Negeri Sembilan. Partai kehilangan kendali atas Negeri Sembilan pada Agustus, dari memegang jabatan sebagai kepala menteri menjadi hanya dua kursi di DPRD yang beranggotakan 36 kursi.
Barisan Nasional (BN), mitra pemerintah pusat namun juga pesaing dalam pemilu lokal, serta sekutunya, memenangkan mayoritas suara di Johor dan Negeri Sembilan.
Setelah kekalahan di Johor dan Negeri Sembilan, selanjutnya koalisi Anwar mungkin mengalami nasib serupa di Melaka yang akan menggelar pemilu lokal pada Januari 2027.
Pria 79 tahu itu sebelumnya dilaporkan mempertimbangkan untuk menggelar pemilu sela secepatnya yakni pada Oktober. Namun Anwar menegaskan tidak ingin terburu-buru mengadakan pemilu setelah buruknya pencapaian partai baru-baru ini.
Pemilu nasional akan digelar paling lambat pada Februari 2028.
Editor: Anton Suhartono