Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Megawati Minta PBB Segera Buat Hukum Internasional Atur AI
Advertisement . Scroll to see content

PBB Prihatin Terkait Hilangnya Jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Turki

Jumat, 12 Oktober 2018 - 11:43:00 WIB
PBB Prihatin Terkait Hilangnya Jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Turki
Jamal Khashoggi, jurnalis The Washington Post, hilang saat berada di Konsulat Saudi di Turki. (Foto: Ismael Mohamad/UPI)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - PBB menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas nasib Jamal Khashoggi, jurnalis The Washington Post, yang hilang saat berada di Konsulat Saudi di Turki pada 2 Oktober.

Khashoggi, pria asal Saudi, hilang setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul untuk mengurus dokumen pernikahan.

"Kami tetap sangat prihatin mengenai nasib Jamal Khashoggi," kata Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, seperti dilaporkan Xinhua, Jumat (12/10/2018).

"Apa yang diserukan oleh rekan kami dari kelompok hak asasi manusia ialah Pemerintah Turki dan Arab Saudi bekerja sama dalam penyelidikan. Kami sangat mengharapkan bisa memperoleh informasi mengenai kasus ini," kata Dujarric.

Dia mengatakan, PBB mengikuti masalah tersebut secara saksama.

Sementara itu, kata Dujarric, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres belum secara pribadi ikut-campur atas kasus tersebut. Dia menyatakan PBB tidak ikut dalam penyelidikan hilangnya Khashoggi.

Pada Senin (8/10/2018), peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2011, Tawakkol Karman, menyerukan pada masyarakat internasional agar menekan para pejabat Saudi terkait hilangnya Khashoggi.

"Jika (Jamal) Khashoggi ditahan, kami menuntut pembebasannya segera," kata perempuan pegiat hak asasi manusia dari Yaman itu.

"Dinas intelijen rezim Arab Saudi bertanggung jawab," kata Karman.

"Kami tak akan bungkam mengenai apa yang terjadi pada Khashoggi."

Polisi Turki yang menyelidiki kasus itu menyatakan, 15 warga negara Arab Saudi, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan naik dua pesawat dan memasuki Konsulat Arab Saudi saat Khashoggi berada di dalam.

Jaksa penuntut umum Turki kini sedang menyelidiki peristiwa tersebut, sementara Konsulat Saudi mengatakan menyatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Turki.

Jamal Khashoggi merupakan seorang jurnalis terkenal pro-pembaruan Saudi. Dia menghilang tanpa meninggalkan jejak pada 2 Oktober, setelah memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Menurut Turan Kislakci, Kepala Perhimpunan Media Turki-Arab, Konsulat Saudi sejauh ini gagal menyedikan penjelasan yang meyakinkan mengenai keberadaan Khashoggi.

Pria kelahiran 14 Oktober 1958 itu adalah kolumnis The Washington Post, jurnalis dan penulis terkenal.

Pada 1982, Khashoggi meraih gelar sarjana muda di bidang Administrai Bisnis dari Indiana State University di Amerika Serikat.

Sepanjang awal 1980-an, Khashoggi bekerja sebagai koresponden luar negeri di beberapa negara, termasuk Afghanistan, Aljazair, dan Sudan.

Selain bekerja untuk beberapa surat kabar terkenal, termasuk harian Asharq Al Awsat yang berpusat di London, Khashoggi menjadi wakil redaktur pelaksana untuk Arab News, harian berbahasa Inggris yang berpusat di Saudi, dari penghujung 1990-an sampai 2003.

Setelah itu, dia menjadi redaktur pelaksana di harian Arab Saudi, Al Watan, sebelum mundur dari jabatannya pada 2010.

Dia juga menjadi penasehat media bagi Pangeran Turki Al Faisal saat menjabat sebagai duta besar Saudi untuk Inggris dan AS.

Selama beberapa tahun belakangan, Khashoggi membuat kesal pemerintah dengan mendukung aksi perlawanan Arab Spring 2011, yang ditentang oleh pemimpin Saudi, dan mengeritik konflik pimpinan Saudi saat ini di Yaman.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut