Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Puji Aksi Heroik Sugianto yang Selamatkan Lansia dari Kebakaran Hutan di Korsel
Advertisement . Scroll to see content

PBB Rilis Video Tentara Korut Ditembaki saat Membelot ke Korsel

Rabu, 22 November 2017 - 14:14:00 WIB
PBB Rilis Video Tentara Korut Ditembaki saat Membelot ke Korsel
Cuplikan video tentara Korut yang membelot ditembaki (UNC/Youtube Korea Herald)
Advertisement . Scroll to see content

SEOUL, iNews.id – Komando PBB (UNC) merilis video proses pembelotan tentara Korea Utara (Korut) yang menyeberang ke Korea Selatan (Korsel) di Panmunjom, kawasan yang dijaga bersama, pada 13 November 2017.

Dia ditembaki oleh beberapa pasukan Korut dari jarak tak terlalu jauh. Ditemukan setidaknya enam luka bekas peluru di tubuh pembelot. Namun nyawanya berhasil diselamatkan setelah dievakuasi petugas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Video berdurasi 6 menit 57 detik itu terbagi dalam lima bagian, yaitu dimulai saat pelaku mengendarai mobil menuju ke daerah perbatasan; tentara Korut merespons laporan adanya kendaraan yang berusaha menyeberang; tentara Korut menyeberangi Garis Demarkasi Militer (MDL) untuk mengejar dan menembak pelaku pembelotan; tentara Korut berkumpul di perbatasan; dan petugas PBB mengevakuasi pembelot.

Dalam tayangan tampak, pelaku ditembaki dari jarak puluhan meter. Tentara perbatasan Korut sempat mengejar dengan menyeberangi MDL, namun kembali menarik diri.

Menurut UNC, berdasarkan video itu tentara penjaga perbatasan Korut terbukti melanggar batas MDL untuk mengejar pembelot. Mereka melanggar Perjanjian Gencatan Senjata yang disepakati pada 1953.

"Perjanjian Gencatan Senjata itu dilanggar dalam pembelotan ini," demikian keterangan juru bicara UNC, seperti dikutip dari Korea Herald.

UNC sudah memberi tahu militer Korut terkait pelanggaran ini sejak hari kejadian dan meminta diadakan pertemuan untuk membahasnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut