Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Ikut Lobi Saudi agar Terima Bantuan Israel Lawan Houthi, Pangeran MBS Tetap Menolak
Advertisement . Scroll to see content

Peawat Jatuh di AS Tewaskan 6 Orang, Pilot Laporkan Ada Es di Sayap

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:07:00 WIB
Peawat Jatuh di AS Tewaskan 6 Orang, Pilot Laporkan Ada Es di Sayap
Pesawat ringan jatuh di Wisconsin, Amerika Serikat, Selasa (13/10) malam waktu setempat, menewaskan enam orang (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

MADISON, iNews.id - Pesawat ringan jatuh di Wisconsin, Amerika Serikat (AS), Selasa (13/10/2026) malam waktu setempat, menewaskan enam orang. Pilot sempat melaporkan adanya penumpukan es pada sayap setelah pesawat Piper PA-46 Malibu itu melintasi badai petir.

Departemen Sheriff Sauk County menyatakan pesawat bermesin tunggal dengan kapasitas enam kursi tersebut dalam penerbangan dari Kenosha menuju Menomonie saat jatuh sekitar pukul 22.00 di kawasan hutan dekat Mirror Lake State Park, tidak jauh dari destinasi wisata populer Wisconsin Dells.

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) menyatakan pilot sempat memberi tahu petugas air traffic control (ATC) mengenai penumpukan es pada sayap pesawat saat terbang di ketinggian 24.000 kaki (7.315 meter)  Dia meminta izin untuk turun ke ketinggian lebih rendah.

Penumpukan es pada sayap merupakan bahaya besar dalam penerbangan karena lapisan es yang tipis sekalipun dapat menyulitkan pesawat untuk tetap mengudara.

NTSB menyatakan, petugas ATC menyetujui permintaan pilot,, kemudian pesawat berbelok menurun ke arah kanan dengan kecepatan terus meningkat hingga akhirnya komunikasi dan pelacakan data terputus

Data FlightRadar24 menunjukkan pesawat turun dengan tajam pada kecepatan hingga 4.000 kaki per menit, sementara kecepatan pesawat meningkat hampir dua kali lipat hingga mencapai sekitar 550 km/jam.

NTSB pernah melakukan tinjauan keselamatan khusus terhadap tujuh kecelakaan yang melibatkan pesawat Piper model Malibu dan Mirage akibat masalah penumpukan es antara tahun 1989 dan 1991.

NTSB akan memimpin penyelidikan atas kecelakaan tersebut. 

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut