Pejabat New York: Kiriman Paket Bom ke Obama-Clinton Adalah Aksi Teror
NEW YORK, iNews.id - Wali Kota New York, Bill de Blasio, mengatakan serangan paket bom yang dikirimkan ke tokoh-tokoh terkemuka Partai Demokrat, termasuk Bill dan Hilary Clinton, merupakan aksi teror.
Tak lama setelah De Blasio mengutuk upaya serangan itu, Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan paket mencurigakan juga dikirim ke kantornya. Polisi Capitol juga dilaporkan sedang menyelidiki paket lain yang ditemukan di fasilitas surat Kongres di Maryland.
Sebelumnya, bom dikirim ke mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, rumah keluarga Clinton di New York, dan ke Time Warner Center di New York City, yang menjadi tempat ruang berita CNN.
Laporan tambahan tentang paket mencurigakan memicu evakuasi di kantor anggota Kongres Florida Debbie Wasserman Schultz, Senator California Kamala Harris, dan surat kabar Union-Tribune San Diego.
"Itu merupakan upaya untuk melemahkan kebebasan pers dan para pemimpin negara kita melalui tindakan kekerasan," kaat De Blasio, seperti dilaporkan Russia Today, Kamis (25/10/2018).
Komisaris polisi New York mengatakan, paket yang dikirim ke CNN berisi peledak aktif dan sebuah amplop berisi serbuk putih.
Gedung Putih mengutuk upaya serangan kekerasan terhadap tokoh-tokoh masyarakat. Wakil Presiden Mike Pence menyebut upaya serangan tersebut sebagai tindakan tercela.
Presiden Trump tidak mengeluarkan pernyataannya sendiri, namun me-retweet pesan Pence seraya menambahkan, "Saya setuju dengan sepenuh hati!"
Teror bom ini muncul beberapa hari setelah alat peledak ditemukan di kotak surat rumah miliarder liberal George Soros di Westchester County, New York.
Editor: Nathania Riris Michico