Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap, Serangan Drone terhadap Kedubes AS di Arab Saudi Incar Kantor CIA
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah AS Tutup Situs Penipuan Bermodus Jualan Vaksin Corona

Senin, 23 Maret 2020 - 11:53:00 WIB
Pemerintah AS Tutup Situs Penipuan Bermodus Jualan Vaksin Corona
Penipuan daring (ilustrasi). (Foto: SINDOnews)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON DC, iNews.id – Departemen Kehakiman AS menutup sebuah situs yang mengklaim menjual vaksin virus corona (Covid-19). Ini adalah tindakan pertama oleh penegakan hukum federal AS terhadap penipuan yang memanfaatkan isu corona sebagai modusnya.

Situs yang ditutup itu bernama coronavirusmedicalkit.com. Situs itu mengklaim menjual vaksin untuk Covid-19. “Padahal, sebenarnya belum ada vaksin seperti itu,” ungkap Departemen Kehakiman AS dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP, Senin (23/3/2020).

Saat ini tuntutan hukum telah diajukan terhadap pemilik situs itu. Seorang hakim federal Texas pada Sabtu (21/3/2020) lalu telah memerintahkan penutupan situs itu. Kendati demikian, hingga Minggu (22/3/2020) malam, bagian beranda laman itu masih bisa diakses publik.

“Berhubung dengan meluasnya wabah virus corona (Covid-19) akhir-akhir ini, Organisasi Kesehatan Dunia menyediakan perlengkapan vaksin untuk virus itu. Cukup bayar 4,95 dolar AS untuk pengirimannya,” demikian bunyi pernyataan yang tercantum di beranda laman situs penipuan itu.

Di bawah pernyataan itu terdapat kolom untuk meninggalkan informasi rekening bank untuk membayar biaya pengiriman. Saat dicek pada siang ini, situs itu benar-benar sudah ditutup.

Departemen Kehakiman AS tidak memerinci berapa banyak orang yang menjadi korban penipuan situs itu. Saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi siapa yang berada di balik penipuan tersebut dan berapa banyak uang yang dicuri oleh pemilik situs itu.

Intervensi oleh sistem peradilan federal adalah bagian dari upaya berkelanjutan oleh otoritas AS untuk memerangi penyebaran informasi yang keliru atau hoaks yang telah berkembang sejak awal pandemi Covid-19.

Jaksa Agung Bill Barr pekan lalu juga telah mendesak jaksa federal untuk menjadikan pemberantasan hoaks sebagai prioritas. Dia juga meminta kepada warga AS untuk melaporkan hoaks dan penipuan ke Pusat Nasional untuk Penanganan Penipuan Bencana.

Dia juga memperingatkan, berbagai bentuk penipuan itu termasuk di antaranya menjual alat perawatan palsu secara daring; meniru email milik WHO atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) yang dimaksudkan untuk mengumpulkan data pribadi, dan; meminta sumbangan untuk organisasi fiktif.

Bersamaan dengan itu, sistem peradilan AS juga tengah berupaya memerangi pemalsuan harga produk seperti pembersih tangan atau masker higienis. Lebih dari 33.000 orang telah terinfeksi oleh coronavirus di AS. Sebanyak 416 di antaranya meninggal dunia, menurut pelacakan Universitas Johns Hopkins.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut