Pemerintah Belarusia Hukum Berat Para Tokoh Oposisi, Ada yang 19 Tahun Penjara
MINSK, iNews.id - Pihak berwenang Belarusia menuntut hukuman penjara bagi para pemimpin oposisi negara itu di pengasingan. Hal itu dilakukan di tengah tindakan keras yang terus berlanjut terhadap perbedaan pendapat di bekas republik Soviet itu.
Sviatlana Tsikhanouskaya dan Pavel Latushka dituntut 19 tahun dan denda masing-masing 15.000 dolar AS dan 10.000 dolar AS. Mereka dituduh bersekongkol untuk menggulingkan pemerintah, menciptakan dan memimpin kelompok ekstremis, menghasut kebencian dan merusak keamanan nasional.
Mereka dan tiga tokoh oposisi lainnya, Maryya Maroz, Volha Kavalkova dan Siarhei Dylevski diadili secara in absentia di ibu kota Belarusia, Minsk, Senin (27/2/2023). Ketiga tokoh terakhir dituntut 12 tahun penjara.
“Itu tidak ada hubungannya dengan keadilan, itu hanya balas dendam pribadi terhadap saya (dan) orang lain yang menentang rezim. Itu hanya akan membuat kami berjuang lebih keras lagi,” kata Tsikhanouskaya dalam sebuah tweet pada Senin.
Wisatawan asal Belarusia Bawa 17 Paket Ganja di Bali, Ngaku Beli lewat Group Chat
Kelimanya meninggalkan Belarusia setelah protes massal yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 2020, setelah Presiden otoriter Alexander Lukashenko mengamankan masa jabatan keenamnya dalam pemilihan yang disengketakan. Oposisi dan Barat mengecam pemungutan suara itu sebagai kecurangan.
Demonstrasi itu menjadi yang terbesar dan paling berkelanjutan sejak Lukashenko menjabat pada tahun 1994. Dia telah menjalankan negara dengan tangan besi sejak saat itu.
Belarusia Bentuk Tim Pertahanan Teritorial Baru Terdiri Atas Ratusan Ribu Relawan, Ada Apa?
Pemerintahannya melakukan tindakan brutal terhadap para pengunjuk rasa, menahan lebih dari 35.000 orang dan memukuli ribuan orang.
Advokat hak asasi manusia paling terkemuka di negara itu dan peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2022, Ales Bialiatski, termasuk di antara mereka yang ditangkap. Dia menghadapi 12 tahun penjara jika terbukti bersalah.
Puluhan Negara Janji Dukung Larangan Atlet Rusia dan Belarusia di Ajang Olahraga Internasional
Editor: Umaya Khusniah