Pemerintahan AS Ditutup, Ini Sindiran Trump untuk Partai Demokrat
WASHINGTON, iNews.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyalahkan Partai Demokrat terkait buntunya pengesahan rancangan undang-undang (RUU) perpanjangan anggaran untuk operasional pemerintahan. Akibatnya, pemerintahan AS tutup sampai Senat menemukan kata sepakat.
Kubu Demokrat tak menyetujui RUU itu karena usulan mereka soal pemberian perlindungan terhadap sekitar 700.000 imigran tak berdokumen alias ilegal dari rencana deportasi tak diterima oleh pemerintahan Trump.
Dalam cuitannya di akun Twitter, Sabtu (20/1/2018), Trump menyebut Demokrat terlalu berpihak kepada imigran ilegal.
"Demokrat lebih perhatian kepada imigran ilegal dibandingkan dengan kepentingan militer serta keselamatan di daerah selatan perbatasan," kata Trump.
Dilanjutkannya, "Mereka sebenarnya bisa dengan mudah mencapai kesepakatan ini tapi memutuskan memainkan politik 'shutdown'. #WeNeedMoreRepublican18 untuk bisa menguasai kekacauan ini."
Dia pun menyindir kubu Demokrat dengan mengatakan, keputusan ini merupakan hadiah yang 'baik' bagi ulang tahun pertama masa pemerintahannya.
Di cuitan berikutnya, Trump menjelaskan mengapa Partai Republik gagal meloloskan RUU ini di Senat dengan membuat hitung-hitungan.
"Bagi siapa saja yang bertanya, Republik hanya memiliki 51 suara di Senat dan mereka membutuhkan 60 suara. Untuk itulah kami membutuhkan lebih banyak Republikan untuk memenangkan Pemilu 2018. Dengan begitu, kita bisa lebih kuat dalam hal Crime (dan Border), dan bahkan lebih baik bagi militer dan veteran kita," tuturnya.
Lalu Trump menutup rangkaian cuitannya di Twitter dengan "#America First!", sebuah ajakan kepada para follower-nya untuk lebih mengutamakan kepentingan negara.
Sementara itu, akibat ditutupnya pemerintahan, sebagian layanan federal terhenti sampai Senat menyepakai RUU itu.
Senat kembali menggelar pertemuan membahas anggaran pada Sabtu siang waktu setempat.
Editor: Anton Suhartono