Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START
Advertisement . Scroll to see content

Pemilu Amerika Lancar, Tak Terlihat Antrean di Banyak Wilayah

Rabu, 04 November 2020 - 05:46:00 WIB
Pemilu Amerika Lancar, Tak Terlihat Antrean di Banyak Wilayah
Pilpres AS 2020 berjalan lancar, tak terlihat antrean di banyak wilayah (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

DETROIT, iNews.id - Jutaan warga mulai memberikan suara mereka dalam pemilu Amerika Serikat, Selasa (3/11/2020), mendatangi TPS-TPS yang didirikan di perpustakaan umum, sekolah, dan arena tertutup.

Di Kota New York, antrean panjang tampak di beberapa blok. Namun pemandangan itu tak terlihat di banyak tempat lain, mulai Los Angeles hingga Detroit dan Atlanta, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/11/2020).

Petugas pemungutan suara menduga kondisi ini terjadi karena sebagian besar warga sudah memberikan suara di pemungutan suara awal. Lebih dari 100 juta warga sudah memberikan suara mereka hingga malam sehari menjelang hari pemilihan, sebuah rekor baru.

Secara umum pilpres AS berjalan tertib, berbeda kondisinya dengan suasana masa kampanye dua calon presiden Donald Trump dan Joe Biden yang dihiasi ketegangan.

Meski demikian, banyak toko serta kegiatan bisnis lainnya yang tutup sebagai antisipasi jika terjadi kerusuhan. Selain itu, banyak pula warga yang sudah memberikan suara mereka dalam pemungutan suara awal untuk tetap di rumah terkait kekhawatiran paparan virus corona.

Beberapa kelompok hak sipil menyatakan mereka memantau jalannya pemungutan suara untuk menghindari adanya campur tangan terhadap pemilih. Selain itu lembaga penegak hukum mewaspadai gangguan. Namun hingga Selasa sore tak ada gangguan berarti.

Namun sempat terjadi insiden. Pejabat penyelenggara pilpres dan perwakilan partai politik menerima laporan rentetan panggilan telepon otomatis serta pesan singkat yang memperingatkan warga untuk tidak datang ke TPS-TPS. Pesan itu diterima di Iowa, Pennsylvania, Michigan, Nebraska, dan Florida. Biro Penyelidikan Federal (FBI) menyelidiki sumber pesan palsu tersebut.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut