Pemimpin ASEAN Sepakati 5 Konsensus untuk Akhiri Krisis Myanmar

Djairan · Sabtu, 24 April 2021 - 21:51:00 WIB
Pemimpin ASEAN Sepakati 5 Konsensus untuk Akhiri Krisis Myanmar
Pemimpin Asean (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Para pemimpin Asia Tenggara mencapai konsensus atas konflik Myanmar dalam pertemuan KTT ASEAN Leaders' Meeting (ALM) di Jakarta, Sabtu (24/4/2021). Ketua ASEAN, Brunei, mengatakan konsensus itu dicapai dalam lima poin yang bertujuan mencari jalan keluar atas krisis kemanusiaan di Myanmar.

Lima poin konsensus itu meliputi desakan untuk pemimpin junta militer Myanmar agar mengakhiri kekerasan terhadap warga sipil, diadakannya dialog konstruktif di antara pihak berkepentingan, dibentuknya utusan khusus ASEAN untuk memfasilitasi dialog, membuka akses bantuan kemanusiaan dan menerima kunjungan utusan khusus ke Myanmar.

"Dia (Jenderal Min Aung Hlaing) mengatakan dia mendengar kami, dia akan mengambil poin-poin yang dia anggap perlu dan membantu. Dia tidak menentang peran konstruktif ASEAN, atau kunjungan delegasi ASEAN, atau bantuan kemanusiaan, ini bagus," kata Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, usai pertemuan, dikutip Reuters pada Sabtu (24/4/2021).

Namun, kata Lee, prosesnya tentu masih panjang dan membutuhkan waktu. Para pemimpin ASEAN menginginkan komitmen dari Min Aung Hlaing untuk menahan aparat keamanannya yang telah menewaskan 745 orang sejak penggulingan pemerintahan Aung San Suu Kyi pada 1 Februari.

"Ini di luar dugaan kami, kami berhasil. Sangat di luar ekspektasi kami mendapatkan hasil dari pertemuan hari ini. Untung dia (Min Aung Hlaing) tidak menolak apa yang saya dan rekan-rekannya ajukan," kata Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin.

Belum ada komentar langsung dari Min Aung Hlaing. KTT ASEAN di Jakarta menjadi upaya internasional terkoordinasi pertama untuk meredakan krisis di Myanmar. Selaku tuan rumah, Indonesia dengan tegas tidak mentolerir kekerasan terhadap warga sipil di Myanmar.

“Kekerasan harus dihentikan, serta demokrasi, stabilitas juga perdamaian di Myanmar harus segera dikembalikan. Kepentingan rakyat Myanmar harus selalu menjadi prioritas,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Editor : Muhammad Fida Ul Haq