Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Intelijen Israel Bisiki AS, Iran Ingin Bunuh Trump
Advertisement . Scroll to see content

Pemimpin Iran Mojtaba Dilaporkan Akan Pimpin Doa Bersama untuk Ali Khamenei, Muncul ke Publik?

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:06:00 WIB
Pemimpin Iran Mojtaba Dilaporkan Akan Pimpin Doa Bersama untuk Ali Khamenei, Muncul ke Publik?
Mojtaba Khamenei dilaporkan akan memimpin doa bersama untuk mendiang ayahnya, Ali Khamenei, Sabtu (11/7) (Foto: Student News Agency))
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Pemimpin Tertinggi IranMojtaba Khamenei dilaporkan akan memimpin doa bersama untuk mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, Sabtu (11/7/2026).

Menurut laporan kantor berita Tasnim, acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu setelah Salat Magrib. Acara akan diadakan di serambi Imam Khomeini, di dalam kompleks makam Hazrat Masumeh di Qom.

Acara doa bersama ini digelar setelah pemakaman Khamenei.

Media pemerintah melaporkan, Khamenei dikebumikan di Makam Imam Reza, Kota Mashhad, Jumat (10/7/2026) pagi waktu setempat, mengakhiri prosesi pemakaman besar-besaran yang digelar selama seminggu.

Peran Mojtaba dalam memimpin doa bersama tersebut memicu spekulasi soal kemungkinan kemunculannya ke publik untuk pertama kali sejak dilantik sebagai pemimpin tertinggi.

Mojtaba belum pernah muncul ke publik, bahkan sekadar muncul di video, sejak pecahnya perang AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari lalu. Bahkan media-media pemerintah juga tak merilis fotonya.

Mojtaba ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru oleh Dewan Ulama pada awal Maret, sepekan setelah kematian ayahnya akibat serangan gabungan AS-Israel.

Sumber-sumber pejabat senior Iran mengindikasikan Mojtaba mengalami luka padah dan trauma berat akibat serangan tersebut. Dia berada di lokasi saat serangan terjadi, merenggut nyawa ayah serta empat anggota keluarga.

Laporan juga menyebutkan Mojtaba menderita luka di wajah dan dan anggota tubuh lainnya.

Meski dalam masa pemulihan, kesehatannya belum cukup prima untuk bisa tampil di hadapan publik.

Selain itu, intelijen dilaporkan membatasi penampilannya karena kekhawatiran pembunuhan oleh AS dan Israel.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut