Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rusia Peringatkan AS Tak Serang Iran
Advertisement . Scroll to see content

Pemimpin Oposisi Armenia Ditangkap karena Rencanakan Pembunuhan PM Pashinyan

Minggu, 15 November 2020 - 18:27:00 WIB
Pemimpin Oposisi Armenia Ditangkap karena Rencanakan Pembunuhan PM Pashinyan
Nikol Pashinyan (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

YEREVAN, iNews.id - Pemimpin oposisi Armenia, Artur Vanetsyan, ditangkap atas tuduhan merencanakan pembunuhan Perdana Menteri Nikol Pashinyan.

Armenia mengalami kekacauan politik setelah Pashinyan meneken perjanjian damai dengan Azerbaijan terkait konflik di Nagorno-Karabakh yang ditengahi Rusia. Perjanjian damai itu dinilai merugikan Armenia.

Pengacara Vanetsyan, Lusine Sahakyan dan Ervand Varosyan, seperti dikutip dari AFP, Minggu (15/11/2020), mengatakan, klien mereka ditangkap pada Sabtu (14/11/2020) setelah dipanggil ke markas besar pasukan keamanan Armenia. Vanetsyan menjabat ketua Partai Tanah Air.

Mereka menyebut penahanan itu sebagai penganiayaan serta menyangkal tuduhan hendak membunuh Pashinyan.

Pashinyan menghadapi demonstrasi besar-besaran penuh kekerasan serta kritik keras dari oposisi sejak menandatangani perjanjian damai dengan Azerbaijan untuk mengakhiri pertempuran di Nagorny Karabakh. Pertempuran itu berlangsung sebulan lebih dan menewaskan lebih dari 2.000 tentara separatis Armenia yang menguasai Nagorno-Karabakh.

Separatis Armenia menghadapi kerugian besar dalam pertempuran dengan Azerbaijan karena tertinggal jauh dalam persenjataan dan jumlah pasukan.

Mereka menyerahkan sebagian besar wilayah Nagorno-Karabakh ke Azerbaijan. Sebenarnya, secara hukum internasional Azerbaijan merupakan pemilik sah Nagorno-Karabakh.

Vanetsyan yang juga mantan direktur dinas keamanan Armenia ditahan bersama tokoh oposisi senior lainnya saat unjuk rasa anti-pemerintah. Dia menyebut perdana menteri sebagai pengkhianat.

Badan keamanan Armenia mengumumkan penangkapan Vanetsyan pada Sabtu malam, selain dituduh merencanakan pembunuhan, juga kepemilikan senjata dalam jumlah besar.

"(Vanetsyan) Menyiapkan upaya pembunuhan terhadap seorang tokoh publik dan ingin merebut kekuasaan," bunyi pernyataan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut